Malang 4 You

Just for Arek Arema Malang

350 Juta Facebookers oleh Mark Zuckerberg

Juragan Facebo

Janji Jaga Rahasia (Privacy)

3 Desember 2009 oleh trihatmaningsih

Dunia memperbarui prestasi Mark Zuckerberg setelah pengguna FB menembus angka 350 juta pengguna.

Penggagas situs jejaring sosial Facebook (FB) itu mengumumkan janjinya untuk memberi layanan lebih pribadi pada pengguna FB. Lewat pesan yang dimunculkan di setiap beranda atau wall facebooker, Zuckerberg berjanji meningkatkan pemantauan kerahasiaan dan menghapuskan kerangka kerja regionalnya bagi masyarakat online. Dan penampilan kerahasiaan baru akan memungkinkan pemakai menentukan siapa yang boleh melihat gambar, komentar, video, dan semua bahan lain di layar profile mereka.

“Kami akan menambahkan sesuatu yang telah diminta oleh banyak dari Anda, kemampuan mengendalikan siapa yang bertemu dengan masing-masing potongan isi perorangan yang anda ciptakan atau unggah,” janji Zuckerberg yang melahirkan FB di tahun 2004 sebagai jejaring komunikasi online antarmahasiswa di kampusnya.

“Untuk membuat ini jadi mungkin, kami telah memusatkan perhatian untuk memberi Anda peranti yang Anda perlukan guna berbagi dan mengendalikan keterangan Anda,” imbuh salah satu pria terkaya di dunia ini.

Caranya?

“Rencana yang telah kami rancang adalah sepenuhnya menghilangkan jaringan kerja regional dan menciptakan model yang lebih sederhana bagi pengendalian kerahasiaan, tempat Anda dapat menetapkan isi yang tersedia hanya buat teman Anda, temannya teman Anda, atau siapa saja,” jabarnya.

Jadi, dalam beberapa pekan ke depan semua facebooker akan diminta mengkaji dan mengubah pengaturan pribadi dalam format baru yang ramping. So? Bersiaplah… ***

Iklan

4 Desember 2009 Posted by | Blog atau Situs, Info | , , | Tinggalkan komentar

Langkah Berani MK ! … peace ……

Mahfud MD: piss ...

SEJAK berdiri pada 2003 sepak terjang Mahkamah Konstitusi terus mewarnai perkembangan hukum dan ketatanegaraan di Tanah Air. Keberanian melakukan terobosan membuat mahkamah ini mampu melahirkan sejumlah keputusan yang mengejutkan.
Salah satu putusan yang mengejutkan itu adalah MK menyatakan Pasal 32 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK), yang menjadi dasar pemberhentian Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, bertentangan dengan konstitusi.
Dalam sidang uji materiil Rabu (25/11), pasal yang berisi pemberhentian pimpinan KPK karena menjadi terdakwa dalam kasus tindak pidana tersebut dinilai MK bertentangan dengan asas praduga tidak bersalah dan perlunya proses peradilan yang jujur, adil, dan tidak memihak.
Bahkan, Mahkamah Konstitusi dengan tegas menyebutkan ada fakta petunjuk terjadinya sebuah rekayasa agar Bibit dan Chandra dijadikan tersangka atau terdakwa dalam kasus pidana tertentu.
Sejak ditetapkan menjadi tersangka pada 15 September silam dengan alasan yang kemudian berubah-ubah, Bibit dan Chandra dinonaktifkan sebagai Wakil Ketua KPK lewat keputusan presiden tertanggal 21 September 2009.
Karena merasa hak mereka dan keadilan terinjak-injak, Bibit dan Chandra pun melawan dengan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi pada 13 Oktober lalu. Kasus itu kian menghebohkan setelah keduanya pada 29 Oktober 2009 ditahan penyidik tanpa alasan yang kuat, bahkan mengada-ada.

Di tengah merebaknya berbagai isu, rumor, dan ketidakpastian, MK pada 3 November lalu bahkan membuat sejarah dengan memutar rekaman percakapan antara Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo yang menjadi tersangka kasus korupsi sistem komunikasi radio terpadu, dengan para petinggi kejaksaan dan kepolisian.
Isi rekaman percakapan itu kian menyadarkan dan meyakinkan publik betapa bobroknya hukum di Tanah Air karena berada dalam cengkeraman kekuasaan mafia peradilan, meski kerap dibantah para penegak hukum itu sendiri.

Sekalipun MK telah mengisyaratkan, berdasarkan isi rekaman percakapan itu, adanya potensi rekayasa dalam kasus Bibit dan Chandra, perkara itu justru kian mengentalkan fragmentasi antarlembaga penegak hukum.
Yang memprihatinkan, kendati Presiden telah merespons rekomendasi Tim 8 dengan menyatakan agar kasus Bibit dan Chandra dihentikan di luar pengadilan, aparat kejaksaan dan kepolisian masih saja terperangkap dalam kerangka berpikir formal legalistik. Kedua lembaga itu masih terus memproses kasus Bibit dan Chandra.
Padahal, kedua lembaga itu dan juga lembaga negara lain bisa belajar dari Mahkamah Konstitusi yang begitu mengedepankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas serta berani membuat langkah-langkah terobosan.
Sungguh amat disayangkan, momentum pemberantasan mafia peradilan dan upaya penegakan hukum justru diabaikan dan dihancurkan oleh lembaga penegak hukum itu sendiri.

28 November 2009 Posted by | Nasional, News | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

SBY Cerdik dan Tidak Vulgar ..

Jakarta, RMOL. Di satu sisi, sikap Presiden SBY atas rekomendasi Tim 8 dianggap mengambang oleh banyak pihak. Di sisi lain, itu pidato panjang lebar tadi malam menunjukkan kecerdikan SBY.

Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Soehandoyo, pada Rakyat Merdeka Online menganggap positif kemajuan SBY dalam menyikapi rekomendasi Adnan Buyung dan kawan-kawan itu. Terutama di bagian penghentian proses hukum Chandra Hamzah dan Bibit Samad.

“SBY cerdik, dengan menyatakan bahwa masalah akan diselesaikan di luar pengadilan, sebetulnya harus dimaknai presiden tidak mau masuk ranah hukum, tidak mungkin SBY menyampaikan vulgar,” kata politisi Hanura itu saat dihubungi beberapa saat lalu (Selasa, 24/11).

Menurutnya, bila SBY mengeluarkan kalimat instruksi pada Kapolri dan Jaksa Agung untuk penghentian penyidikan atau penuntutan, akan potensial menjadi bumerang. Seharusnya, Kapolri dan Jaksa Agung cerdas untuk memahami penjelasan presiden sesuai ketentuan perundangan. Untuk mengimplemetasikannya pun tidak dibutuhkan waktu lama.

Dien Syamsuddin: SBY Tidak Jelas …

JAKARTA — Keputusan SBY terkait kasus Bibit-Chandra dan skandal Bank Century yang diumumkan Senin malam 23 November, masih menyisakan masalah.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsuddin, kepada wartawan, usai membuka perayaan satu abad Muhammadiyah, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta, Selasa malam 24 November.

“SBY tidak jelas. Seharusnya dia harus memilih satu dari dua. Lanjutkan atau hentikan. Tidak win-win solution, lalu diselesaikan di luar pengadilan. Ini memang terkesan arif bijaksana, tetapi pendekatan seperti itu masih menyisakan masalah dan pro kontra lanjutan. Seharusnya lebih tegas. Apalagi sudah memerlukan waktu panjang untuk memikirkannya, mempertimbangkannya,” kata Dien Syamsuddin. (jpnn)

Anggodo Tak Ditangkap, Pencopotan Susno Duadji Sekedar Basa-basi

Langkah Kapolri untuk mencopot Susno Duadi sebagai Kabareskrim Mabes Polri tak cukup untuk memperbaiki citranya.

“Saya kira harus ada pembuktian dalam proses waktu, bagi siapa saja bukan dengan hal-hal yang bersifat simbolik, reposisi, basa-basi, apalagi pura-pura, atur sana atur sini, pindah sana pindah sini. Sebuah pendekatan yang basa-basi artifisial itu malah menambah buruknya citra. Orang baru tapi perilakunya sama, ya sama saja,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsuddin, kepada wartawan, usai membuka perayaan satu abad Muhammadiyah, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta, Selasa malam (24/11).

Menurut Dien, pekerjaan Polri di depan mata adalah menangkap Anggodo yang sudah jelas mencatut nama Presiden SBY.

“Saya baca running teks saat itu, SBY mengancam akan menggugat Anggodo. Jangan ngancam-ngancam dong, langsung aja tangkap. Nah ketidakadilan, mahasiswa demonstrasi bakar lambang negara, itu sudah ditangkap langsung, Anggodo dibiarkan saja, luar biasa itu melakukan penghinaan terhadap Presiden.  Jadi kalau betul-betul membasmi mafia peradilan, salah satu aja buktinya, tangkap Anggodo. Kalau tidak ditangkap, itu berarti basa-basi,” kata Dien.

Pencopotan Tak Jamin Reformasi Bidang Hukum

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsuddin, langkah pencopotan tersebut sudah tepat karena bisa menuai simpati publik. Namun, kata Dien, reposisi di lembaga penegakkan hukum tak menjami reformasi di bidang hukum.

“Saya tidak bicara orang per orang (reposisi Susno Duadji). Tapi menurut saya, langkah itu sudah tepat karena sesuai dengan rekomendasi Tim 8 untuk mereposisi di tiga institusi ini. gojang-ganjing KPK dan Polri kemarin itu kan terkait dengan orag per orang, aparat pejabat terlibat. Oleh karena itu, kalau itu dilakukan adalah tepat dan menuai simpatik untuk Presiden SBY. Walaupun reposisi orang per orang tidak menjamin reformasi di bidang hukum. Karena menurut saya, reformasi penegakkan hukum diperlukan big bang (ledakan dahsyat) yang betul-betul memiliki daya kejut dan daya getar sehingga berlangsung secara sistemik, termasuk pengadilan,” kata Dien Syamsuddin, usai membuka perayaan satu abad Muhammadiyah, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta, Selasa malam (24/11).

Menurut Dien, keboborokan pengadilan yang bisa dibeli akan menuai amarah dari masyarakat. Karena itu, katanya, reposisi harus menjamin reformasi di bidang hukum itu sendiri.

25 November 2009 Posted by | Nasional, News | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

TOKOH Muslim Berpengaruh di Dunia dari Al Hikam MALANG

KH Hasyim Muzadi

JAKARTA-MI: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi bersikap merendah meski namanya menempati peringkat 18 tokoh muslim berpengaruh di dunia.

“Itu pemeringkatan orang di dunia, kalau pemeringkatan Allah dan akhirat kan lain,” kata Hasyim ketika diminta komentarnya di Jakarta, Jumat (20/11). Hasyim mengatakan, ada pemeringkatan atau tidak, ia akan berupaya berbuat yang terbaik demi kemaslahatan Islam.

Menurut dia, di balik penghargaan itu yang hebat sebenarnya bukan dirinya, namun NU. Selama ini ia aktif keliling dunia untuk menyampaikan gagasan-gagasan NU demi terciptanya perdamaian dan kedamaian dunia. “Kalau sekarang dunia mengakui saya, itu sebenarnya pengakuan dunia terhadap NU,” kata pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Jawa Timur, itu.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 15 tokoh dari Indonesia masuk daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Pemeringkatan itu dilakukan Royal Islamic Studies Center Yordania dalam buku The 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan bekerja sama dengan Georgetown’s Prince Alwaleed bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding.

Khusus untuk Top 50, dari Indonesia hanya ada tiga nama, yakni KH Hasyim Muzadi pada peringkat 18, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin peringkat 35, dan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym di peringkat 48.

Peringkat teratas ditempati Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud, disusul pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khamenei dan Raja Maroko Muhammad VI.

Beberapa tokoh dari Indonesia lainnya adalah mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, penulis dan tokoh sastra Indonesia Helvy Tiana Rosa, pengusaha muslim Haidar Bagir dan tokoh perempuan Tutty Alawiyah. (Ant/OL-7)

21 November 2009 Posted by | Malang Kota, Nasional, News | , , , , , | 3 Komentar