Malang 4 You

Just for Arek Arema Malang

Siap Masuk SMP di Malang (PSB-SMP) 2010

PSB Online SMP 2010 Kota Malang

Bagi orang tua, arek-arek Malang (khususnya), yang punya anak di Sekolah Dasar kelas 6 di kota Malang, ujian SD sebentar lagi sudah mulai. Rasanya waktu berjalan sangat cepat sekali. Seolah waktu baru saja lewat ketika kita mendaftarkan anak2 kita masuk SD, dan tahu-tahu kita sudah harus bersiap untuk ujian akhir/ujian nasional atau apapun namanya, dan menyusul mendaftarkan ke jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama / SMP.

Sebagai contoh 1, tahun 2009 kemarin seorang anak SD di Malang lulus dengan nilai Ujian (UASBN): Matematika 10 (sempurna), IPA 9, dan Bhs Indonesia 8,6. Orang tuanya senang sekali, dan tentunya si anak sendiri. Segera dibayangkan anak itu bisa masuk SMP “favorit” (SMP 5, SMP 3, atau SMP 1), kenyataannya .. tidak diterima, jadi apa yang salah?…

Hasil Seleksi SMP 2009 di Malang

Sebenarnya awal dari persoalan ini adalah keterbatasan daya tampung sekolah, ditambah lagi dengan minat terhadap sekolah tertentu yang berbeda-beda, sehingga pilihan sekolah terkelompok-kelompok secara “subyektif” . Namun dengan diselenggarakannya PSB Online, proses pendaftaran bisa lebih transparan dan termonitor, sehingga pilihan sekolah bisa segera diantisipasi atau dikoreksi, agar anak bisa masuk sekolah sesuai keinginannya.

Sebagaimana kita ketahui pendaftaran siswa baru (PSB)saat ini dilaksanakan melalui:

1. PSB Jalur Online, serta ditambah:

2. PSB Jalur Mandiri (tes), untuk SMP Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)

Sekolah RSBI yaitu SMP Negeri 1, SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 5 Malang, (terakhir SMP Negeri 8 ada 1 kelas) melaksanakan tes dengan materi:

1. Psikotes yang meliputi: Minat, bakat, kepribadian, dan IQ

2. Test Akademik (Matematika, IPA,dan Bhs.Inggris, serta Praktek Teknologi Informatika)

3. Wawancara orang tua dan siswa

4. Non akademik yang dibuktikan dengan melampirkan foto copy sertifikat tingkat Internasional, Nasional, dan Regional

Sebagian besar siswa baru diterima melalui jalur online, itupun kapasitasnya telah “dikurangi” dengan pesaing dari luar kota hingga maksimum 10% dari kapasitas, Untuk SMP Favorit (best three) kapasitasnya dikurangi lagi dengan jalur mandiri/tes. SMP 5 misalnya pada tahun 2009 menyediakan 4 kelas untuk jalur mandiri.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan, pertama kita harus punya data statistik PSB tahun sebelumnya. Data ini bermanfaat untuk mendapatkan gambaran/situasi dari persaingan menghadapi ujian akhir SD untuk akhirnya memperoleh nilai ujian yang akan menentukan apakah siswa bisa diterima masuk ke SMP pilihannya.

Data statistik PSB tahun 2010 ini tentunya tergantung dari hasil Ujian Akhir SD yang belum dimulai. Tetapi dengan melihat Data Statistik PSB tahun sebelumnya (2009) kita bisa menentukan pilihan sekolah dan prioritasnya yang “realistis” sehingga tidak dirugikan karena pilihan kita sendiri. Sebagaimana kita kitahui apabila banyak siswa dengan nilai ujian yang sama memilih satu sekolah yang sama, maka sekolah tersebut memprioritaskan siswa yang memilih pada pilihan pertama. Selanjutnya apabila pilihan pertama sudah bisa ditampung semua barulah diambil siswa yang memilih pada pilihan kedua dan seterusnya.

Contoh 2: pada penerimaan siswa baru SMP 5 tahun 2009 yang menerima 190 siswa (Online): pada urutan 161 s/d 186 (26 siswa) yang diterima mempunyai nilai ujian yang sama (rata2) 9,267 dengan pilihan pertama di urutan atas dan pilihan ketiga di urutan paling bawah. Selanjutnya urutan 187 s/d 190 adalah siswa dengan dengan nilai uian 9,25 dan pilihan pertama. Jadimisalnya seseorang siswa dengan nilai 9,25 pilihan pertama SMP 3 kemudian pilihan kedua SMP 5, tdk diterima di SMP 3 maupunSMP 5. Tetapi apabila pilihan pertamanya SMP 5 ia akan diterima di SMP 5.

Jadi data statistik yang perlu kita ketahui adalah data hasil seleksi tahun sebelumnya (2009): nilai yang diterima dan daya tampung masing-masing sekolah, serta data sebaran Nilai Ujian tahun 2009. Kemudian apabila ujian SD tahun 2010 sudah diketahui hasilnya, segera mencari tahu data sebaran nilai ujian untuk tahun 2010, dan dilanjutkan mencari info daya tampung SMP-SMP di kota Malang, dan kemudian kita bandingkan hasilnya dengan tahun 2009.

Apabila sebaran nilai tahun 2010 l.k. sama serta daya tampung yang tidak banyak berbeda, maka bisa segera kita petakan hasil ujian anak kita, apakah bisa diterima di sekolah pilihan kita. Apabila sebaran nilai tahun 2010 cukup berbeda, maka dicari nilai ujian anak kita setara dengan nilai berapa pada tahun 2009, dan bisa kita prediksi kemampuan anak untuk masuk smp pilihan kita.

Kembali pada contoh pertama di atas, kebetulan anak didik saya, jika melihat hasil seleksi tahun 2008, nilai ujian 27,6 atau rata2 9,20 bisa diterima di semua SMP favorit! Kemudian setelah mendapat data sebaran hasil ujian untuk kota Malang tahun 2009, akhirnya saya simpulkan tidak bisa diterima di SMP favorit. Kemudian anak menentukan pilihan pertama SMP 5, pilihan kedua SMP 8 … dan memang akhirnya anak tersebut masuk SMP 8.

Pada tulisan ini saya sertakan grafik yang saya buat berdasar data resmi dari Dinas Pendidikan, yang bisa dicetak, ditempel, agar anak didik setiap saat tahu dan menetapkan targetnya. Belajar menghadapi ujian dengan target nilai yang dikejar dan diperkirakan mampu, serta member motivasi dalam belajar. Karena hasil ujian dan sekolah SMP yang kita tuju tergantung pilihan kita. Selamat belajar.

Iklan

5 Desember 2009 Posted by | Malang Kota, Pendidikan | , , , , , | Tinggalkan komentar

“ECO CITY” Malang

Reggy Hasibuan, Climate Champions British Council, menggagas konsep eco city bagi kota kelahirannya, Malang.

Saya tak lagi merasakan udara segar dan tak lagi melihat burung-burung yang biasanya hinggap di pohon rindang, seperti yang saya rasakan dan saksikan sejak kecil sampai tujuh tahun lalu. Ada apa dengan Malang?”

KOMPAS.com — Pertanyaan itu bermain di kepala Reggy Hasibuan (30), climate champions British Council asal Malang, Jawa Timur. Sekian tanya itu kemudian memunculkan ide arek Malang ini untuk menggagas konsep eco city bagi kota kelahirannya. Eco city sebuah kota yang hijau, ramah lingkungan, dan didukung dengan partisipasi aktif para penghuni di dalamnya. Gagasan itu tak sekadar mimpi, lulusan Universitas Parahyangan, Bandung, ini pun mulai bergerak mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan. Bagaimana konsep eco city ala Reggy bagi Kota Apel itu?
“Saya menghabiskan waktu di Malang selama 18 tahun sebelum ke Bandung untuk kuliah. Di Malang itu, kalau jalan pagi-pagi masih berkabut, udara segar. Ketika ke Bandung, Jakarta, aduh kok susah cari udara segar. Saya berpikir, jangan sampai Malang seperti ini. Ketika tujuh tahun kemudian kembali ke Malang, yang saya jumpai, kok enggak ada kabut lagi? Burung-burung yang biasanya banyak hinggap di atas pohon juga enggak ada lagi,” kisah Reggy, dalam Eco City Workshop yang dihelat British Council dan Indonesia Wise di Jakarta, Rabu (18/11).
Bagi dia, parameter sederhana untuk melihat apakah udara bersih atau tidak adalah dengan mengamati makhluk yang hidup di udara. “Kalau kita masih menjumpai banyak burung, berarti udara masih bersih di kota itu. Dan saya mengamatinya,” kata dia.
Keanehan lain dijumpainya. Ketika berkeliling kediamannya dan beberapa sudut Kota Malang, ia menemukan begitu banyak pohon tua dan tidak adanya perawatan terhadap pohon-pohon itu. “Ada pohon yang masih berdaun, ada pohon yang mati karena di bawahnya dijadikan tempat bakar sampah. Kenapa tidak ada kepedulian yang sama? Saya berpikir, karena Malang kota kecil, perubahan masih memungkinkan,” ujar Reggy.
Reggy, bersama rekan-rekannya mendirikan NGO Anomali yang merupakan wadah penguatan bagi anak-anak muda. Dengan menggerakkan darah muda itu lah, ia mulai menelusuri berbagai persoalan yang dirasa tak lagi menjadikan Malang sebagai kota yang nyaman. Di bawah Anomali, ia menggagas kegiatan yang dinamakannya Urban Environmental Watch.
Beberapa permasalahan diurai Reggy, di antaranya mengapa terjadi peningkatan suhu di Malang yang ditandai dengan udara yang semakin panas. “Kemudian, apakah masyarakat Malang sadar kalau suhu semakin panas? Mereka tahu enggak apa yang menyebabkan suhu menjadi panas? Ini semua akibat meningkatnya gas rumah kaca dan perubahan iklim,” kata Reggy.
Untuk mendapatkan jawabannya, ia keliling ke beberapa sekolah dan mewawancarai sejumlah murid dan guru. Hasilnya, para siswa yang ia temui mengaku merasakan perubahan yang sama. Akan tetapi, mereka tak tahu apa penyebabnya. Temuan lain, Reggy mendapati bahwa perubahan iklim tak sedikit pun disinggung dalam materi pelajaran di sekolah.
“Saya juga menemui kepala sanitasi dan pertamanan di Malang yang katanya juga ingin mewujudkan Malang yang hijau dengan menanam lebih banyak pohon. Sayangnya, menanam pohon yang baru, tapi menebang pohon yang lama,” kata Reggy.
Bersama rekan-rekannya di Anomali, ia menggagas berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan anak-anak muda Malang. Kegiatan klise seperti menanam pohon, menurutnya, tidak akan signifikan untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan. Awareness, dalam kacamata Reggy, menjadi hal yang paling penting. Selain diajak menanam, masyarakat juga harus ditumbuhkan kesadaran untuk merawatnya.
Beberapa kegiatan yang digagas Reggy adalah Environmental Debate (2004), Bird Watching (2008), dan Tree Caring (2009). Pada 2010, sejumlah aktivitas telah siap dijalankan, seperti Green Audit, Waterway Monitoring (memonitor saluran air), dan Street Children Recycling Project.
“Semua program saya sesuaikan dengan keadaan Kota Malang. Eco city adalah sesuatu yang sangat besar. Namun, bisa dimulai dengan langkah permulaan yang kecil,” ujar Reggy.
Salut untuk arek Malang satu ini

23 November 2009 Posted by | Kota, Malang Kota, News | , , , | Tinggalkan komentar

TOPENG MALANGAN: Aset Budaya Arek Malang

Mbah Karimun dan topeng Panji

MALANG-RAYA. Aset budaya tradisional Malang Raya berupa topeng malangan terancam musnah tergerus zaman. Pasalnya, topeng yang juga menjadi ikon Malang Raya itu kini tak lagi dikenal warga.

“Ironisnya, ini terjadi justru saat banyak pecinta seni dari berbagai negara berusaha mendalami sekaligus melestarikannya,” kata pengamat seni topeng malangan, Dwi Cahyono, kemarin. Sekarang ini, kata Dwi, pemahat topeng malangan sudah berkurang banyak. Sedangkan muda hanya segelintir yang tertarik melestarikannya. Bila hal terus ini berlanjut, Dwi khawatir topeng tersebut nanti justru menjadi milik negara lain.

Untuk melestarikan kekayaan budaya tersebut, Dwi terus berupa mengoleksinya, terutama topeng yang bisa ‘bercerita’ tentang sejarah seperti legenda Panji Asmorobangun karya maestro topeng malangan, Mbah Karimun. Ia saat ini memiliki 62 topeng malangan yang dipajang tepat di pintu masuk resto tradisional miliknya dan topeng malangan itu mengisahkan cerita Panji Asmorobangun dengan tokoh Dewi Sekartaji, Dewi Kilisuci, Bapang dan Panji Asmorobangun sendiri.

Menurut dia, masyarakat Malang sendiri tidak banyak yang tahu atau paham dengan cerita Panji Asmorobangun, padahal cerita ini sudah dikenal hingga Jerman bahkan ada pengamat dari Vietnam, Linda Keifin, yang sangat paham cerita panji secara detail.

Tari Topeng Malangan

Untuk melestarikan topeng malangan agar tidak sampai punah, katanya, dirinya bersama pecinta seni lainnya bakal menggelar workshop dua minggu sekali tentang bagaimana cara membuat topeng malangan. “Semua pengunjung termasuk wisatawan asing bebas melihat dan belajar bagaimana cara membuat topeng malangan yang dipandu oleh para pemahat khusus secara bergantian,” katanya.

Sementara salah seorang perajin tradisional topeng malangan yang berlokasi di Desa Kedungmonggo Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Jumadi, mengaku, para perajin topeng malangan tersebut masih minim perhatian terutama dari pemerintah setempat baik dalam bentuk permodalan maupun promosi.

Untuk mengembangkan dan tetap melestarikan salah satu ‘aset’ daerah yang masih dikerjakan secara tradisional tersebut, katanya, banyak mengalami kendala apalagi jika tidak ada campur tangan dari pemerintah. “Semakin hari kondisi pengrajin topeng malangan ini semakin terpuruk, berbeda dengan beberapa tahun silam yang masih ada perhatian dari PT Rajawali bahkan sampai dibangunkan padepokan,” katanya.

Menurut dia, prosentase penjualan topeng malangan saat ini juga jauh menurun dibanding beberapa tahun silam, sebab untuk mengadakan even-even juga tidak semudah sebelumnya. Saat ini, katanya, pihak hotel atau tempat-tempat pameran lainnya, manajemennya sudah berubah, kalau dulu memakai sistem bagi hasil, tetapi sekarang menggunakan sistem sewa, padahal topeng-topeng yang dipamerkan belum tentu terjual.

Ia juga mengakui, para pengrajin topeng malangan saat ini juga sudah berubah haluan, kalau sebelumnya masih merupakan “pekerjaan” sampingan, tetapi sekarang menjadi mata pencaharian dan celakanya omzet penjualan tidak seramai beberapa tahun silam bahkan beberapa hotel yang rajin memesan souvenir juga berkurang jauh.

“Yang kami butuhkan saat ini pemerintah bisa membantu dalam penyelenggaraan even pameran yang dipadu dengan ‘demo’ proses pembuatan topeng, sehingga masyarakat mengenal budaya khasnya,” tegasnya. Sebab, kata Jumadi, dari tahun ke tahun budaya khas ini semakin ditinggalkan dan kalau ada pihak asing yang melestarikan dan mengklaim hak patennya, pemerintah baru ‘kelabakan’.

Proses pembuatan topeng malangan antara 5 hari sampai 3 minggu, tergantung karakter topeng yang akan dibuat. Topeng-topeng khas tersebut seharga Rp100 ribu sampai Rp1 juta, khusus soevenir gantungan kunci dan topeng berukuran mini seharga Rp5000 sampai Rp30 ribu perbuah.

22 November 2009 Posted by | Info, Malang Raya, Seni dan Budaya | , , , , , , | 8 Komentar

TOKOH Muslim Berpengaruh di Dunia dari Al Hikam MALANG

KH Hasyim Muzadi

JAKARTA-MI: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi bersikap merendah meski namanya menempati peringkat 18 tokoh muslim berpengaruh di dunia.

“Itu pemeringkatan orang di dunia, kalau pemeringkatan Allah dan akhirat kan lain,” kata Hasyim ketika diminta komentarnya di Jakarta, Jumat (20/11). Hasyim mengatakan, ada pemeringkatan atau tidak, ia akan berupaya berbuat yang terbaik demi kemaslahatan Islam.

Menurut dia, di balik penghargaan itu yang hebat sebenarnya bukan dirinya, namun NU. Selama ini ia aktif keliling dunia untuk menyampaikan gagasan-gagasan NU demi terciptanya perdamaian dan kedamaian dunia. “Kalau sekarang dunia mengakui saya, itu sebenarnya pengakuan dunia terhadap NU,” kata pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Jawa Timur, itu.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 15 tokoh dari Indonesia masuk daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Pemeringkatan itu dilakukan Royal Islamic Studies Center Yordania dalam buku The 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan bekerja sama dengan Georgetown’s Prince Alwaleed bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding.

Khusus untuk Top 50, dari Indonesia hanya ada tiga nama, yakni KH Hasyim Muzadi pada peringkat 18, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin peringkat 35, dan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym di peringkat 48.

Peringkat teratas ditempati Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud, disusul pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khamenei dan Raja Maroko Muhammad VI.

Beberapa tokoh dari Indonesia lainnya adalah mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, penulis dan tokoh sastra Indonesia Helvy Tiana Rosa, pengusaha muslim Haidar Bagir dan tokoh perempuan Tutty Alawiyah. (Ant/OL-7)

21 November 2009 Posted by | Malang Kota, Nasional, News | , , , , , | 3 Komentar

Ketinggian Kota Malang

Balai kota Malang dan Tugu

Kota Malang, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya, dan wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Malang. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur.

Kota Malang terletak di ketinggian +444 meter (dari stasiun Kota Baru), tepatnya ketinggian itu bervariasi antara 399-662,5 meter diatas permukaan laut. Temperatur rata-rata 23,9 derajat Celcius. Curah hujan rata-rata tiap tahun mencapai 1.833 milimeter dan kelembaban udara rata-rata sampai 72 % .

Dengan luas 11.005,66 ha atau 110,06 Km2, kota Malang mempunyai penduduk sejumlah 768.000 jiwa (2003) dengan pertumbuhan sekitar 3,9% % per tahun menjadi 814.000 (BPS,2008). Sehingga bisa dihitung kepadatan penduduknya 6.171 jiwa/km²

Begitu sedikit infonya untuk arek Malang …

18 November 2009 Posted by | Info, Malang Kota | , , , | Tinggalkan komentar

Majelis Ulama MALANG: Jangan Tonton Film KIAMAT ‘2012’

2012

Kiamat versi Hollywood

TEMPO Interaktif, Malang – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang mengimbau umat Islam untuk tidak menonton film tentang kiamat, “2012”, yang sedang diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang Mahmud Zubaidi mengecam penayangan film “2012” yang dianggapnya dapat menyesatkan pikiran orang-orang. Padahal, menurut ajaran Islam, hari kiamat tidak dapat dipastikan kapan terjadinya karena itu menjadi kuasa Allah SWT. “Yang kami khawatirkan dampak dari film itu yang bisa membuat penonton, khususnya umat Islam, percaya kiamat pasti terjadi pada 2012. Itu menyesatkan. Kiamat pasti datang, tapi kapan terjadinya, menurut agama, tak ada yang dapat memastikannya,” kata Zubaidi, Senin (16/11). Ia sendiri mengaku belum menonton film tersebut.

Film “2012” menceritakan hari kiamat menurut penanggalan kuno bangsa Maya pada 21 Desember 2012 yang ditandai dengan mahabencana alam pada skala global. Film ini digarap Roland Emmerich, sutradara spesialis film fiksi-sains, seperti Stargate (1994), Independence Day (1996), Godzilla (1998), dan 10.000 BC (2008).

Selain menyesatkan, dampak penayangan “2012” dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan masyarakat dunia, termasuk muslim di Indonesia. Penayangan “2012” dapat mempengaruhi orang untuk mengikuti aliran sesat yang dengan gampangnya mempercayai hari kiamat versi Hollywood itu.

Di Kota Malang film 2012 diputar di Dieng Plaza dan Malang Town Square sejak Jumat pekan lalu. Penonton sangat antusias jika dilihat dari panjangnya antrean pembeli tiket. Wahyu, seorang penonton asal Sawojajar, mengaku film 2012 tidak perlu dicemaskan akan menggoyahkan keimanan seseorang. “Itu hanya fiksi ilmiah yang dapat menambah pengetahuan saya,” kata Wahyu yang dijumpai di 21 Cineplex, Malang Town Square, kemarin malam.

Baca Pula > Komentar NASA

16 November 2009 Posted by | Hot, Malang Kota, Malang Raya, News | , , , , | 2 Komentar

Pemadaman Bergilir sampai ke Malang

Penulis : Bagus Suryo
lampu...

GILIRAN ..

MALANG–MI: PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang, Jawa Timur (Jatim) menyatakan pemadaman bergilir untuk beberapa hari kedepan di wilayahnya masih menunggu keputusan Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali Regional Jatim.

Kenyataannya: “Pemadaman bergilir di Malang sudah dilakukan pada Senin-Jumat, rata-rata per hari memadamkan listrik 30 megawatt,” tegas Manajer (Asmen) Distribusi Area Pelayanan dan Jaringan Malang, Suharsono kepada Media Indonesia, Minggu (15/11). Ia menjelaskan pada Sabtu (14/11) dan Minggu (15/11) tidak ada perintah pemadaman bergilir dari P3B Jawa-Bali. Pedaman sudah dilakukan pada Senin-Jumat pekan kemarin.

Untuk pemadaman Senin (16/11) pihaknya belum mengetahui hal itu sebab kerusakan pada pembangkit tidak bisa diprediksi sebelumnya. “Kami belum mengetahui pemadaman akan berlanjut atau tidak,” ujarnya.

Pemadaman bergilir, lanjutnya, disebabkan karena terjadinya kerusakan di sejumlah pembangkit listrik, diantaranya di Pembangkit Lisrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Priok Jakarta, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Jawa Barat, PLTU Tambak Lorok di Semarang, dan PLTG Sragen Jateng. Dampak kerusakan pembangkit listrik mengharuskan PLN Malang mengurangi beban pemakaian dengan melakukan pemadaman bergilir.

Ia menjelaskan kapasitas beban mampu listrik di PLN Malang sebesar 323 megawatt, sedangkan beban puncak sebesar 245 megawatt. Sedangkan jumlah pelanggan mencapai 700 ribu sambungan.

Selama ini pemadaman bergilir dilakukan secara merata. PLN tidak melakukan diskriminasi dengan memilih wilayah tertentu yang dilakukan pemadaman. “Pemadaman bergilir dilakukan merata dan adil,” katanya.

16 November 2009 Posted by | Malang Kota, News | , , , | 1 Komentar

Pertemuan Antasari di MALANG

JAKARTA, KOMPAS.com — Ary Muladi, perantara yang ditugasi menyampaikan suap dari Anggodo Widjojo kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, mengaku pernah bertemu dengan mantan Ketua KPK Antasari Azhar di sebuah hotel di Malang. (dimana? .. betul di hotel Tugu)
Pengacara Ary Muladi, Sugeng Teguh Santoso, mengatakan bahwa berdasarkan maksud Antasari waktu itu, pertemuan berlangsung setelah Antasari baru pulang dari Singapura, bertemu dengan Anggoro Widjojo, bos PT Masaro Radiokom yang menjadi buronan KPK.
“Konteksnya waktu itu, (Antasari) meminta keterangan dari Ary langsung bahwa Ary telah memberikan langsung uang dari Anggoro ke para pimpinan KPK. Waktu itu, Ary bilang beri langsung,” ungkap Sugeng kepada Kompas.com, Sabtu (7/11).
Sugeng mengatakan, waktu itu kliennya menjelaskan kepada Antasari bahwa dia menyerahkan langsung suap sebesar Rp 5,1 miliar kepada Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah yang kala itu masih aktif menjabat sebagai pimpinan KPK. Belakangan, keterangan inilah yang dicabut Ary dari berkas acara perkara (BAP) di Mabes Polri.

7 November 2009 Posted by | Hot, News | , , , | Tinggalkan komentar

2009: Tahunnya Penemuan Situs Arkeologi di Malang

Pada tahun 2009 ini tercatat banyak penemuan-penemuan situs kuno di kota Malang. Seingat penulis pada awal-awal 2009 ditemukan sebuah arca di Merjosari – Kota Malang, kemudian di Singosari ditemukan 2 lokasi situs kerajaan yang digali pada bulan Juli, dan yang terakhir penemuan situs “Kanjuruhan” di Dinoyo, serta arca yang diamankan dari kolektor.

ARCA PURBAKALA

Konservasi pada arca di Malang (2009)

Ditemukannya sebuah arca di Kelurahan Merjosari Kota Malang pada awal 2009 ini, seakan mengingatkan kembali, bahwa di Malang pada masa lampau berdiri banyak kerajaan, sehingga meninggalkan begitu banyak situs bersejarah. Apakah penemuan situs ini dapat mengungkap kenyataan, di Malang terdapat kerajaan tertua di Jawa Timur?

Penemuan arca tersebut merupakan satu dari ratusan situs peninggalan sejarah kerajaan di Malang. Selain para arkeolog yang secara khusus melakukan penelitian, masyarakat sekitar Merjosari sering menemukan situs-situs berbagai bentuk. Ada yang terbuat dari batu-bata, batu adesit, bahkan lempengan tembaga.

Penemuan sekaligus penginventarisiran situs purbakala di Malang, sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 1902. Temuan cukup banyak, terutama di daerah Dinoyo, Watu Kenong (Gong), Desa Merjosari, Desa Tlogomas, dan Desa Karuman. Pada 1926 ditemukan prasasti Dinoyo. Prasasti yang kini disimpan di museum prasasti Jakarta ini ditemukan didua tempat terpisah. Prasasti ini menunjukkan tahun 760 M dan merupakan situs tertua di Jatim.

Prasasti yang tersimpan dengan nomor D 95 ini menunjukkan, bahwa cikal bakal berdirinya kerajaan besar di Jatim justru berasal dari Malang (kerajaan Kanjuruhan). Kerajaan ini kemudian berkembang hingga abad 10, muncul kerajaan Sindok, diikuti Airlangga (Kahuripan), Kediri, Jenggala, Singosari dan Majapahit.

Sedang Desa Merjosari memang merupakan situs yang penting sekali. Pada penelitian intensif yang dilakukan tahun 1972, masih ditemukan bekas bangunan berupa bata-bata kuno, yang sekarang terletak di sekitar Universitas Gajayana. ”Di belakangnya juga ditemukan bekas bangunan yang oleh masyarakat sekitar digunakan untuk umpak rumah,” ungkap Dr Drs HM Habib Mustopo, Ketua Asosiasi Epigrafi Indonesia. Batu-bata kuno itu juga ditemukan di daerah Karuman dan Watu Gong.

Di tempat ini juga ditemukan Patung Budha yang unik, karena berupa patung perunggu Budha Bergaya Amarawati (patung budha semacam itu sudah ada pada abad ke-2 M). Adanya patung perunggu di daerah pedalaman seperti Merjosari, sebenarnya sangat menarik untuk diteliti. Namun sayang sekali belum ada analisis yang tuntas mengenai hal tersebut.

Selain benda purbakala seperti Makara berbentuk kuda, Nandi, Yoni, dan lingga, nama-nama desa peninggalan kerajaan Kanjuruhan juga masih digunakan hingga sekarang. Contohnya, Desa Karuman. Di masa Singosari dan di dalam pararaton Majapahit disebutkan, bahwa di desa Karuman itu Ken Arok pernah bertemu dengan orang Karuman dan melakukan tindak kriminal. Sampai sekarang desa karuman masih ada, dan merupakan bagian dari Kelurahan Tlogomas. Masih ada pula nama desa, seperti Dau, Merjosari, Watu Kenong, Dinoyo, dan Kanjuruhan.

Arca Terunik

Begitu banyaknya situs purbakala yang ditemukan di Malang, namun sayangnya, baik Pemkot maupun Pemkab Malang tidak memiliki satu tempat yang representatif untuk menyimpan dan merawat benda-benda bernilai sejarag itu. Akibatnya, kini semua itu tercecer. Ada yang dibiarkan di tempat asalnya, ada yang ”dititipkan” pada warga masyarakat, ada pula yang raib entah ke mana.

Sebenarnya pencarian dan penginventarisiran situs purbakala di Malang telah dilakukan sejak tahun 1902. Sedikitnya sudah ada 8.315 benda purbakala yang terkumpul. Pada saat itu, Repporten van Oudheidkumdig Dienst (RVOD, Laporan Dinas Kepurbakalaan) menyebutkan, sejumlah benda purbakala beserta lokasi penyimpanannya. Di Kota Malang, misalnya, jumlahnya mencapai 255 arca, antara lain, 28 arca di halaman kantor asisten residen Malang, makam (bong) Cina sebanyak 226 arca dan di samping rumah sakit RSSA ada 4 arca.

Sementara lokasi penyimpanan terletak di tiga tempat, yakni halaman kantor asisten residen (sekarang kantor pos besar Malang), Museum Malang (yang kemudian menjadi Polwil Malang, sekarang berubah menjadi Hotel Trio), serta halaman sebelah kiri kantor Pemda Kabupaten Malang. Namun kemudian satu persatu mulai tercecer.

Sejak akhir tahun 1978 sampai awal 1982, Joko Riadi BA yang saat itu menjabat Kasi Kebudayaan berusaha menghimpun kembali benda purbakala di Kota Madya Malang. Yang kemudian ditempatkan di kantor Dinas Kebakaran (Blangwier). ‘’Joko minta anggaran kepada DPRD untuk membuat tempat untuk sekadar melindungi dari sinar matahari dan hujan. Tetapi hanya sekadar satu tempat yang tidak bisa disebut persyaratan sebagai museum. Meski begitu, ini sudah merupakan satu upaya untuk mengumpulkan kembali benda purbakala yang sudah terserak,’’ papar Dr Drs HM Habib Mustopo, dosen Arkeologi Universitas Negeri Malang.

Penemuan oleh masyarakat sendiri juga kerap terjadi. Seperti bekas bangunan berupa batu-bata kuno di Kelurahan Merjosari. Oleh warga, batu-bata itu mereka manfaatkan untuk membangun rumah mereka. Sementara lokasi situs, saat ini banyak didirikan perumahan untuk pemukiman. ‘’Ketika orang mendirikan perumahan sekitar Candi Badut pada masa bupati Abdul Hamid, saya protes dan ternyata didengarkan. Lalu didatangkan pusat arkelogi dari Jakarta untuk melihat. Yang akhirnya diberi batas daerah konservasi sekitar 200 meter di sekitar candi. Lumayanlah daripada tidak. Padahal, dulu di situ ada bekas vihara yang digunakan menginap oleh kaum pedanda,’’ ujar Ketua Asosiasi Efigrapi Indonesia itu menyayangkan.

Namun, makna penting benda purbakala itu kerap tertutupi oleh kepentingan akan keuntungan materi belaka. Sehingga, perundang-undangan pun ikut diputar balik.

Saat menyebut UU 59/92, orang hanya menyebutnya sebagai undang-undang Cagar Budaya saja. Namun tak pernah menyentuh lebih detail, yaitu PP 10/93 yang menjelaskan tentang konservasi, maupun jenis benda budaya. ‘’Akibatnya, ketika para pekerja menemukan benda-benda purbakala pada saat membangun perumahan Unibraw, benda-benda itu selalu dipendam kembali. Sebab bila ketahuan, mereka khawatir pembangunannya akan distop untuk dilakukan satu penelitian,’’ keluh Penemu Usia Kabupaten Malang ini.

Namun dari semua itu, yang paling disayangkan adalah hilangnya sebuah patung yang sangat berharga, karena tidak ada duanya di dunia. Patung itu disebut ”Khadgakbetadharini”, ditemukan di Dinoyo, sekitar tahun 1904. RVOD halaman 147 menyebutkan, penemuan patung wanita bertangan dua dengan gaya Jawa tengahan, bentuk lain dari dewa Parwati istri dewa Siva. Patung ini pernah di teliti oleh De haan, yakni 2,5 tahun setelah ditemukannya prasasti Dinoyo.

Menurut Habib, patung ini sangat berharga karena gaya pembuatannya sangat lokal Jawa (justru Jawa Timuran) dan berbeda sekali dengan gaya patung India, contohnya di candi Songgoriti yang bergaya India -Jawa Tengahan. ‘’Pada tahun 1959 pernah saya pinjam dari Pakri (kepolisian) untuk pameran, karena waktu itu patung ini hanya dipakai untuk pengganjal pintu. Kemudian saya kembalikan lagi tetapi sekarang raib. Ini Wanted, sebab jarang bahkan tidak ada dan tidak ditemukan pula di musium. Jadi hanya satu-satunya. Barang siapa yang menemukan, ini sangat berharga sekali. Barang kali ada dikalangan pejabat kepolisian karena itu dulu ada di Pakri,’’ ujarnya menyayangkan.

Sementara rencana Pemkot Malang untuk menyediakan semacam musium sebenarnya merupakan kebutuhan yang sudah sangat mendesak untuk direalisasi. Pasalnya, dari 8.315 benda yang pernah terinventarisasi pada tahun 1902, sekarang jumlahnya yang terlihat tidak sampai 10 persennya. Itupun sebagian ada di musium seperti Trowulan (Mojokerto) dan Prasasti (Jakarta). Lalu sisanya?, mungkin hancur oleh alam. Tetapi tak sedikit yang ‘diamankan’ oleh masyarakat. Seperti benda purbakala yang tersimpan di Hotel Tugu Malang, RM Cahyaningrat dan Hotel Trio. ‘’Kalau tempat representatifnya sudah ada, semua benda purbakala itu akan kami tarik. Mereka dianggap meminjam, dan ada BAP,” kata Kahumas Drs H Supriyadi.

Namun apakah semudah itu? Dihadapan tim Perlindungan benda Purbakala Jatim dan Kota Malang yang melakukan peninjauan arca, managemen hotel Trio bersikukuh menyatakan akan mempertahankan arca Anusapati dengan cara apapun, karena sudah dianggap maskot hotel.

*Dari berbagai sumber khususnya dari Sinar Harapan

2 November 2009 Posted by | Malang Kota, Sejarah | , , , | Tinggalkan komentar

Ditemukan.. Situs Peninggalan Kerajaan

Penemuan Situs Dinoyo

Situs Dinoyo

Kartu pos kuno

(15/10) Sugeng warga Dinoyo sedang menyabit rumput di tepian sungai Brantas, ketika tanpa sengaja menemukan struktur batu bata kuno, struktur pondasi, dan pecahan gerabah. Temuan itu berada di atas mata air di tepian sungai Brantas di kawasan perumahan jalan Tata Surya Kecamatan Dinoyo Kota Malang. Dua hari kemudian (17/10) ditemukan lagi pondasi dari bangunan kuno di kawasan Jalan Dinoyo, atau 500 meter di sisi barat Universitas Islam Malang (Unisma). Dua penemuan dalam sepekan itu diperkirakan situs peninggalan kerajaan Kanjuruhan.

Berita temuan itu segera menyebar, hingga sampai ke telinga Balai Penyelamatan Benda Purbakala Empu Purwa – Pemerintah Kota Malang. Temuan itu segera ditindaklanjuti dengan melaporkan temuan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan (Selasa, 27/10).
Setelah menerima laporan penemuan benda purbakala tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan kemudian menerjunkan tim di Situs Dinoyo. Tim terdiri atas empat orang, yaitu ketua ekskavasi sekaligus Kepala Kelompok Kerja Pusat Informasi Majapahit Kuswanto, dibantu tiga anggota yaitu Osy Prasadana (juru gambar), Tubagus Aditya (juru foto) dan Tatik Farikoh (pencatat data).

Seperti diberitakan di MEDIA INDONESIA, (Kamis, 29/10) sekitar pukul 08.00 WIB, Tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala – Trowulan – Mojokerto – Jawa Timur mulai melakukan ekskavasi atau penggalian di Situs Dinoyo. Hingga kedalaman 50 sentimeter, mereka sudah menemukan struktur batu bata kuno berukuran besar yang diduga menyerupai pondasi bangunan. Mereka lalu membersihkan lumpur dan kotoran yang menempel pada batu bata itu, sekaligus mengumpulkan pecahan batu bata yang berserakan untuk selanjutnya diklasifikasi.

“Struktur batu bata yang ditemukan di lokasi penggalian memang batu bata kuno. Sebab ukurannya lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran batu bata sekarang,” kata Ketua ekskavasi Situs Dinoyo Kuswanto kepada wartawan. “Penggalian bertujuan untuk menguji bentuk dan sebaran dari temuan batu bata kuno,” katanya. Kepala Kelompok

Kerja Pusat Informasi Majapahit ini menyatakan belum bisa menyimpulkan temuan tersebut apakah peninggalan Kerajaan Kediri, Singhasari atau Majapahit. Sebab data yang diperoleh masih mentah mengingat penggalian baru dilakukan sehari. “Penggalian direncanakan selesai Sabtu (31/10) mendatang,” ujarnya.

Lantai Kerajaan Kanjuruan Ditemukan dalam Penggalian Hari Kedua

Titik terang keberadaan Kerajaan Kanjuruan di Jalan Dinoyo, Kota Malang, Jawa Timur, semakin terlihat saat penggalian situs hari kedua, Jumat (30/10), oleh Badan Penyelamatan Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan. Dalam penggalian tersebut ditemukan lantai berlapis dua yang melebar dengan sisi lantai tampak rusak. Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Pusat Informasi Majapahit Kuswanto mengatakan, pada penggalian yang berakhir pukul 15.30 WIB itu tim BP3 Trowulan yang terdiri dari tujuh orang berhasil menemukan dua titik. “Penggalian hari kedua, yang berakhir dengan turunnya hujan ini kami berhasil menemukan dua titik, namun kami belum berani memprediksi temuan tersebut,” katanya.

Titik tersebut masing-masing dua lapis tumpukan batu bata melebar yang diperkirakkan lantai dengan sisi yang rusak. Kemudian, tiga lapis tumpukan batu bata yang memanjang dengan perkiraan sebuah pondasi. “Kami belum bisa mempredikasi, apakah itu merupakan sebuah rumah penduduk pada masa Kerajaan Kanjuruhan atau pusat Kerajaan Kanjuruhan sendiri,” katanya. Ia menjelaskan, temuan ini masih memerlukan pengkajian, sebab bentuk asli bangunan belum diketahui jelas. “Masih diperlukan pengkajian dari beberapa aspek dalam temuan hari kedua ini,” jelasnya. Untuk itu, tim akan melanjutkan penggalian kembali pada hari Sabtu (31/10).

31 Oktober 2009 Posted by | Malang Kota, Sejarah | , , | Tinggalkan komentar