Malang 4 You

Just for Arek Arema Malang

Sikap SBY Tentukan Keberlanjutan REFORMASI

gantung buaya

REKOMENDASI TIM 8: untuk apa tim dibentuk?

JAKARTA-MI: Kelayakan SBY sebagai presiden dipertanyakan jika tidak laksanakan rekomendasi Tim 8. Pelaksanaan rekomendasi merupakan bagian reformasi. Lambannya respon SBY dalam menanggapi rekomendasi Tim 8 berakibat terhadap kelayakannya selaku presiden.

Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko menyatakan bahwa kelayakan SBY bergantung pada komitmennya untuk menyikapi rekomendasi tim yang dibentuknya sendiri. “Kalau dalam level plintat-plintut masih oke. Tapi kalau dalam level tidak melaksanakan, menurut saya, apakah presiden masih layak, apakah masih perlu dirinya di Istana,” tegasnya dalam jumpa pers Koalisi Masyarakat Darurat Untuk Keadilan di Kantor ICW, Jakarta, Kamis (19/11). Ia mengkritik, SBY yang selalu menyatakan terpaksa dan tak ingin terburu-buru bukan alasan tepat. “Karena dari rekomendasi yang dihasilkan oleh Tim 8 tersebut sebagian besar anggotanya memiliki latar belakang hukum,” ungkapnya.

Danang mengingatkan, SBY harusnya konsisten dengan melaksanakan rekomendasi Tim 8. Kepercayaan publik terhadap SBY akan hilang jika SBY tidak meneruskan rekomendasi oleh Tim 8. “Kami tidak bisa menerima kalau SBY sebagai presiden menjilat ludahnya sendiri,” cetusnya.

Direktur Manajerial Imparsial Rudi Marpaung menambahkan penundaan bersikap oleh SBY merupakan langkah yang buruk. Karena dirinya menilai masalah KPK-Polri ini merupakan masalah darurat. “Saya melihat SBY merespon rekomendasi ini seperti tidak peduli. Justru saya mempertanyakan minat SBY menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya. Sikap SBY dalam menanggapi rekomendasi ini menentukan langkah reformasi yang digulirkan semenjak 1998.

Koordinator Kontras, Usman Hamid, menyatakan amanat reformasi adalah menghentikan dan menindak pejabat yang korupsi. “Kalau tidak dilaksanakan maka selesai cita-cita reformasi,” ungkapnya.

Iklan

20 November 2009 Posted by | Nasional, News | , , , , | 1 Komentar

Terus Berjuang ..

kpk2006

...

 

detik.com

Anggota Komisi IX Andi Rahmat menyambut baik pernyataan wakil presiden Boediono yang bersedia diperiksa terkait skandal bailout Rp 6,7 triliun. Menurut Andi, pernyataan Boediono tersebut cukup memberi ketenangan di tengah menguatnya usulan hak angket Bank Century di DPR.

“Pernyataan Boediono melegakan banyak pihak. Pernyataan dia sudah menenangkan di tengah usulan hak angket ini,” ujar Andi kepada detikcom di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/11/2009).

Sementara bagi partai pendukung koalisi SBY-Boediono, politisi PKS ini menilai pernyataan Boediono justru merupakan titik terang tidak ada hubungan bailout sebesar Rp 6,7 triliun dengan pengambil kebijakan.

“Dan mudah-mudahan saja ini benar,” imbuh mantan Ketua Umum KAMMI ini.

Nama Boediono disebut-sebut dalam pemberian dana talangan (bailout) kepada Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Dalam keterangan kepada pers Jumat pekan lalu di Istana wakil  presiden, Boediono menyampaikan jika dirinya siap diperiksa terkait skandal Bank Century.

16 November 2009 Posted by | News | , , , , | Tinggalkan komentar

Majelis Ulama MALANG: Jangan Tonton Film KIAMAT ‘2012’

2012

Kiamat versi Hollywood

TEMPO Interaktif, Malang – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang mengimbau umat Islam untuk tidak menonton film tentang kiamat, “2012”, yang sedang diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang Mahmud Zubaidi mengecam penayangan film “2012” yang dianggapnya dapat menyesatkan pikiran orang-orang. Padahal, menurut ajaran Islam, hari kiamat tidak dapat dipastikan kapan terjadinya karena itu menjadi kuasa Allah SWT. “Yang kami khawatirkan dampak dari film itu yang bisa membuat penonton, khususnya umat Islam, percaya kiamat pasti terjadi pada 2012. Itu menyesatkan. Kiamat pasti datang, tapi kapan terjadinya, menurut agama, tak ada yang dapat memastikannya,” kata Zubaidi, Senin (16/11). Ia sendiri mengaku belum menonton film tersebut.

Film “2012” menceritakan hari kiamat menurut penanggalan kuno bangsa Maya pada 21 Desember 2012 yang ditandai dengan mahabencana alam pada skala global. Film ini digarap Roland Emmerich, sutradara spesialis film fiksi-sains, seperti Stargate (1994), Independence Day (1996), Godzilla (1998), dan 10.000 BC (2008).

Selain menyesatkan, dampak penayangan “2012” dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan masyarakat dunia, termasuk muslim di Indonesia. Penayangan “2012” dapat mempengaruhi orang untuk mengikuti aliran sesat yang dengan gampangnya mempercayai hari kiamat versi Hollywood itu.

Di Kota Malang film 2012 diputar di Dieng Plaza dan Malang Town Square sejak Jumat pekan lalu. Penonton sangat antusias jika dilihat dari panjangnya antrean pembeli tiket. Wahyu, seorang penonton asal Sawojajar, mengaku film 2012 tidak perlu dicemaskan akan menggoyahkan keimanan seseorang. “Itu hanya fiksi ilmiah yang dapat menambah pengetahuan saya,” kata Wahyu yang dijumpai di 21 Cineplex, Malang Town Square, kemarin malam.

Baca Pula > Komentar NASA

16 November 2009 Posted by | Hot, Malang Kota, Malang Raya, News | , , , , | 2 Komentar

Pemadaman Bergilir sampai ke Malang

Penulis : Bagus Suryo
lampu...

GILIRAN ..

MALANG–MI: PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang, Jawa Timur (Jatim) menyatakan pemadaman bergilir untuk beberapa hari kedepan di wilayahnya masih menunggu keputusan Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali Regional Jatim.

Kenyataannya: “Pemadaman bergilir di Malang sudah dilakukan pada Senin-Jumat, rata-rata per hari memadamkan listrik 30 megawatt,” tegas Manajer (Asmen) Distribusi Area Pelayanan dan Jaringan Malang, Suharsono kepada Media Indonesia, Minggu (15/11). Ia menjelaskan pada Sabtu (14/11) dan Minggu (15/11) tidak ada perintah pemadaman bergilir dari P3B Jawa-Bali. Pedaman sudah dilakukan pada Senin-Jumat pekan kemarin.

Untuk pemadaman Senin (16/11) pihaknya belum mengetahui hal itu sebab kerusakan pada pembangkit tidak bisa diprediksi sebelumnya. “Kami belum mengetahui pemadaman akan berlanjut atau tidak,” ujarnya.

Pemadaman bergilir, lanjutnya, disebabkan karena terjadinya kerusakan di sejumlah pembangkit listrik, diantaranya di Pembangkit Lisrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Priok Jakarta, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Jawa Barat, PLTU Tambak Lorok di Semarang, dan PLTG Sragen Jateng. Dampak kerusakan pembangkit listrik mengharuskan PLN Malang mengurangi beban pemakaian dengan melakukan pemadaman bergilir.

Ia menjelaskan kapasitas beban mampu listrik di PLN Malang sebesar 323 megawatt, sedangkan beban puncak sebesar 245 megawatt. Sedangkan jumlah pelanggan mencapai 700 ribu sambungan.

Selama ini pemadaman bergilir dilakukan secara merata. PLN tidak melakukan diskriminasi dengan memilih wilayah tertentu yang dilakukan pemadaman. “Pemadaman bergilir dilakukan merata dan adil,” katanya.

16 November 2009 Posted by | Malang Kota, News | , , , | 1 Komentar