Malang 4 You

Just for Arek Arema Malang

“ECO CITY” Malang

Reggy Hasibuan, Climate Champions British Council, menggagas konsep eco city bagi kota kelahirannya, Malang.

Saya tak lagi merasakan udara segar dan tak lagi melihat burung-burung yang biasanya hinggap di pohon rindang, seperti yang saya rasakan dan saksikan sejak kecil sampai tujuh tahun lalu. Ada apa dengan Malang?”

KOMPAS.com — Pertanyaan itu bermain di kepala Reggy Hasibuan (30), climate champions British Council asal Malang, Jawa Timur. Sekian tanya itu kemudian memunculkan ide arek Malang ini untuk menggagas konsep eco city bagi kota kelahirannya. Eco city sebuah kota yang hijau, ramah lingkungan, dan didukung dengan partisipasi aktif para penghuni di dalamnya. Gagasan itu tak sekadar mimpi, lulusan Universitas Parahyangan, Bandung, ini pun mulai bergerak mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan. Bagaimana konsep eco city ala Reggy bagi Kota Apel itu?
“Saya menghabiskan waktu di Malang selama 18 tahun sebelum ke Bandung untuk kuliah. Di Malang itu, kalau jalan pagi-pagi masih berkabut, udara segar. Ketika ke Bandung, Jakarta, aduh kok susah cari udara segar. Saya berpikir, jangan sampai Malang seperti ini. Ketika tujuh tahun kemudian kembali ke Malang, yang saya jumpai, kok enggak ada kabut lagi? Burung-burung yang biasanya banyak hinggap di atas pohon juga enggak ada lagi,” kisah Reggy, dalam Eco City Workshop yang dihelat British Council dan Indonesia Wise di Jakarta, Rabu (18/11).
Bagi dia, parameter sederhana untuk melihat apakah udara bersih atau tidak adalah dengan mengamati makhluk yang hidup di udara. “Kalau kita masih menjumpai banyak burung, berarti udara masih bersih di kota itu. Dan saya mengamatinya,” kata dia.
Keanehan lain dijumpainya. Ketika berkeliling kediamannya dan beberapa sudut Kota Malang, ia menemukan begitu banyak pohon tua dan tidak adanya perawatan terhadap pohon-pohon itu. “Ada pohon yang masih berdaun, ada pohon yang mati karena di bawahnya dijadikan tempat bakar sampah. Kenapa tidak ada kepedulian yang sama? Saya berpikir, karena Malang kota kecil, perubahan masih memungkinkan,” ujar Reggy.
Reggy, bersama rekan-rekannya mendirikan NGO Anomali yang merupakan wadah penguatan bagi anak-anak muda. Dengan menggerakkan darah muda itu lah, ia mulai menelusuri berbagai persoalan yang dirasa tak lagi menjadikan Malang sebagai kota yang nyaman. Di bawah Anomali, ia menggagas kegiatan yang dinamakannya Urban Environmental Watch.
Beberapa permasalahan diurai Reggy, di antaranya mengapa terjadi peningkatan suhu di Malang yang ditandai dengan udara yang semakin panas. “Kemudian, apakah masyarakat Malang sadar kalau suhu semakin panas? Mereka tahu enggak apa yang menyebabkan suhu menjadi panas? Ini semua akibat meningkatnya gas rumah kaca dan perubahan iklim,” kata Reggy.
Untuk mendapatkan jawabannya, ia keliling ke beberapa sekolah dan mewawancarai sejumlah murid dan guru. Hasilnya, para siswa yang ia temui mengaku merasakan perubahan yang sama. Akan tetapi, mereka tak tahu apa penyebabnya. Temuan lain, Reggy mendapati bahwa perubahan iklim tak sedikit pun disinggung dalam materi pelajaran di sekolah.
“Saya juga menemui kepala sanitasi dan pertamanan di Malang yang katanya juga ingin mewujudkan Malang yang hijau dengan menanam lebih banyak pohon. Sayangnya, menanam pohon yang baru, tapi menebang pohon yang lama,” kata Reggy.
Bersama rekan-rekannya di Anomali, ia menggagas berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan anak-anak muda Malang. Kegiatan klise seperti menanam pohon, menurutnya, tidak akan signifikan untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan. Awareness, dalam kacamata Reggy, menjadi hal yang paling penting. Selain diajak menanam, masyarakat juga harus ditumbuhkan kesadaran untuk merawatnya.
Beberapa kegiatan yang digagas Reggy adalah Environmental Debate (2004), Bird Watching (2008), dan Tree Caring (2009). Pada 2010, sejumlah aktivitas telah siap dijalankan, seperti Green Audit, Waterway Monitoring (memonitor saluran air), dan Street Children Recycling Project.
“Semua program saya sesuaikan dengan keadaan Kota Malang. Eco city adalah sesuatu yang sangat besar. Namun, bisa dimulai dengan langkah permulaan yang kecil,” ujar Reggy.
Salut untuk arek Malang satu ini

Iklan

23 November 2009 Posted by | Kota, Malang Kota, News | , , , | Tinggalkan komentar

TOPENG MALANGAN: Aset Budaya Arek Malang

Mbah Karimun dan topeng Panji

MALANG-RAYA. Aset budaya tradisional Malang Raya berupa topeng malangan terancam musnah tergerus zaman. Pasalnya, topeng yang juga menjadi ikon Malang Raya itu kini tak lagi dikenal warga.

“Ironisnya, ini terjadi justru saat banyak pecinta seni dari berbagai negara berusaha mendalami sekaligus melestarikannya,” kata pengamat seni topeng malangan, Dwi Cahyono, kemarin. Sekarang ini, kata Dwi, pemahat topeng malangan sudah berkurang banyak. Sedangkan muda hanya segelintir yang tertarik melestarikannya. Bila hal terus ini berlanjut, Dwi khawatir topeng tersebut nanti justru menjadi milik negara lain.

Untuk melestarikan kekayaan budaya tersebut, Dwi terus berupa mengoleksinya, terutama topeng yang bisa ‘bercerita’ tentang sejarah seperti legenda Panji Asmorobangun karya maestro topeng malangan, Mbah Karimun. Ia saat ini memiliki 62 topeng malangan yang dipajang tepat di pintu masuk resto tradisional miliknya dan topeng malangan itu mengisahkan cerita Panji Asmorobangun dengan tokoh Dewi Sekartaji, Dewi Kilisuci, Bapang dan Panji Asmorobangun sendiri.

Menurut dia, masyarakat Malang sendiri tidak banyak yang tahu atau paham dengan cerita Panji Asmorobangun, padahal cerita ini sudah dikenal hingga Jerman bahkan ada pengamat dari Vietnam, Linda Keifin, yang sangat paham cerita panji secara detail.

Tari Topeng Malangan

Untuk melestarikan topeng malangan agar tidak sampai punah, katanya, dirinya bersama pecinta seni lainnya bakal menggelar workshop dua minggu sekali tentang bagaimana cara membuat topeng malangan. “Semua pengunjung termasuk wisatawan asing bebas melihat dan belajar bagaimana cara membuat topeng malangan yang dipandu oleh para pemahat khusus secara bergantian,” katanya.

Sementara salah seorang perajin tradisional topeng malangan yang berlokasi di Desa Kedungmonggo Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Jumadi, mengaku, para perajin topeng malangan tersebut masih minim perhatian terutama dari pemerintah setempat baik dalam bentuk permodalan maupun promosi.

Untuk mengembangkan dan tetap melestarikan salah satu ‘aset’ daerah yang masih dikerjakan secara tradisional tersebut, katanya, banyak mengalami kendala apalagi jika tidak ada campur tangan dari pemerintah. “Semakin hari kondisi pengrajin topeng malangan ini semakin terpuruk, berbeda dengan beberapa tahun silam yang masih ada perhatian dari PT Rajawali bahkan sampai dibangunkan padepokan,” katanya.

Menurut dia, prosentase penjualan topeng malangan saat ini juga jauh menurun dibanding beberapa tahun silam, sebab untuk mengadakan even-even juga tidak semudah sebelumnya. Saat ini, katanya, pihak hotel atau tempat-tempat pameran lainnya, manajemennya sudah berubah, kalau dulu memakai sistem bagi hasil, tetapi sekarang menggunakan sistem sewa, padahal topeng-topeng yang dipamerkan belum tentu terjual.

Ia juga mengakui, para pengrajin topeng malangan saat ini juga sudah berubah haluan, kalau sebelumnya masih merupakan “pekerjaan” sampingan, tetapi sekarang menjadi mata pencaharian dan celakanya omzet penjualan tidak seramai beberapa tahun silam bahkan beberapa hotel yang rajin memesan souvenir juga berkurang jauh.

“Yang kami butuhkan saat ini pemerintah bisa membantu dalam penyelenggaraan even pameran yang dipadu dengan ‘demo’ proses pembuatan topeng, sehingga masyarakat mengenal budaya khasnya,” tegasnya. Sebab, kata Jumadi, dari tahun ke tahun budaya khas ini semakin ditinggalkan dan kalau ada pihak asing yang melestarikan dan mengklaim hak patennya, pemerintah baru ‘kelabakan’.

Proses pembuatan topeng malangan antara 5 hari sampai 3 minggu, tergantung karakter topeng yang akan dibuat. Topeng-topeng khas tersebut seharga Rp100 ribu sampai Rp1 juta, khusus soevenir gantungan kunci dan topeng berukuran mini seharga Rp5000 sampai Rp30 ribu perbuah.

22 November 2009 Posted by | Info, Malang Raya, Seni dan Budaya | , , , , , , | 8 Komentar

TOKOH Muslim Berpengaruh di Dunia dari Al Hikam MALANG

KH Hasyim Muzadi

JAKARTA-MI: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi bersikap merendah meski namanya menempati peringkat 18 tokoh muslim berpengaruh di dunia.

“Itu pemeringkatan orang di dunia, kalau pemeringkatan Allah dan akhirat kan lain,” kata Hasyim ketika diminta komentarnya di Jakarta, Jumat (20/11). Hasyim mengatakan, ada pemeringkatan atau tidak, ia akan berupaya berbuat yang terbaik demi kemaslahatan Islam.

Menurut dia, di balik penghargaan itu yang hebat sebenarnya bukan dirinya, namun NU. Selama ini ia aktif keliling dunia untuk menyampaikan gagasan-gagasan NU demi terciptanya perdamaian dan kedamaian dunia. “Kalau sekarang dunia mengakui saya, itu sebenarnya pengakuan dunia terhadap NU,” kata pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Jawa Timur, itu.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 15 tokoh dari Indonesia masuk daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Pemeringkatan itu dilakukan Royal Islamic Studies Center Yordania dalam buku The 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan bekerja sama dengan Georgetown’s Prince Alwaleed bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding.

Khusus untuk Top 50, dari Indonesia hanya ada tiga nama, yakni KH Hasyim Muzadi pada peringkat 18, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin peringkat 35, dan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym di peringkat 48.

Peringkat teratas ditempati Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud, disusul pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khamenei dan Raja Maroko Muhammad VI.

Beberapa tokoh dari Indonesia lainnya adalah mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, penulis dan tokoh sastra Indonesia Helvy Tiana Rosa, pengusaha muslim Haidar Bagir dan tokoh perempuan Tutty Alawiyah. (Ant/OL-7)

21 November 2009 Posted by | Malang Kota, Nasional, News | , , , , , | 3 Komentar

Ketinggian Kota Malang

Balai kota Malang dan Tugu

Kota Malang, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya, dan wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Malang. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur.

Kota Malang terletak di ketinggian +444 meter (dari stasiun Kota Baru), tepatnya ketinggian itu bervariasi antara 399-662,5 meter diatas permukaan laut. Temperatur rata-rata 23,9 derajat Celcius. Curah hujan rata-rata tiap tahun mencapai 1.833 milimeter dan kelembaban udara rata-rata sampai 72 % .

Dengan luas 11.005,66 ha atau 110,06 Km2, kota Malang mempunyai penduduk sejumlah 768.000 jiwa (2003) dengan pertumbuhan sekitar 3,9% % per tahun menjadi 814.000 (BPS,2008). Sehingga bisa dihitung kepadatan penduduknya 6.171 jiwa/km²

Begitu sedikit infonya untuk arek Malang …

18 November 2009 Posted by | Info, Malang Kota | , , , | Tinggalkan komentar

Use Energi Wisely

...

SBY Keluarkan Inpres Hemat Energi

INILAH.COM, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengeluarkan instruksi presiden tentang penghematan energi. Hal itu dilakukan menyusul terjadinya pemadaman listrik di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Jakarta.

“Presiden memberikan instruksi kepada segenap jajaran instansi pemerintah departemen dan non departemen kantor-kantor pemerintahan untuk melakukan penghematan penggunaan listrik dan ini pernah kita lakukan beberapa tahun yang lalu dan hasilnya sangat signifikan,” kata Mensesneg Sudi Silalahi di kantor Presiden, Selasa (17/11).

Inpres ini, lanjut Sudi, harus dijalankan kantor-kantor pemerintahan. “Saya kira ini sangat berarti terutama dalam situasi kita dalam kesulitan seperti yang kita hadapi sekarang,” ujarnya. [cms]

Hemat = Pakai Seperlunya

Bicara fakta, permintaan listrik di Indonesia terus meningkat, 10% – 15% per tahun.
Entah untuk kegiatan rumah tangga, perkantoran, dan industri.
Tapi, kok bisa 43% rumah tangga di Indonesia belum tersentuh listrik?
Nyaris separuh wilayah Indonesia!
Karena fasilitas listrik ini lebih banyak tersedot ke kota-kota besar.
Makin besar pendapatan ekonomi maka makin besar pula kebutuhan terhadap listrik.
Kalau sektor tenaga listrik tidak dikelola dengan baik, ancaman krisis listrik bisa terjadi dalam waktu dekat.

Apa pasokan listrik kita tidak mencukupi?

Ya, karena minimnya dana pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas memadai. Sebagai gambaran saja, pada bulan Oktober 2005 diperhitungkan cadangan listrik di Jawa – Bali hanya tinggal 120 MW (megawatt), sementara idealnya cadangan minimum yang harus tersedia 600MW. Jauh sekali bedanya! Akhirnya PLN harus menjalankan pemadaman listrik bergilir. Kita juga yang rugi, kan?

Ancaman krisis listrik ini harus diatasi

  1. Pemerintah perlu meningkatkan efisiensi kerja pembangkit listrik, mulai dari menghilangkan kebocoran pada proses penyaluran aliran listrik dari pembangkit sampai ke rumah-rumah. Intinya, pengelolaan listrik yang baik.
  2. Konsumen, seperti kita, harus ikut mendorong penyusunan kebijakan listrik yang efisien dan (yang paling penting) hemat listrik! Kapan lagi kalau bukan sekarang?

Pakai listrik seperlunya.
Kenapa harus menunggu krisis untuk menjadi pengguna yang bijak?

18 November 2009 Posted by | Info | , , | Tinggalkan komentar

Majelis Ulama MALANG: Jangan Tonton Film KIAMAT ‘2012’

2012

Kiamat versi Hollywood

TEMPO Interaktif, Malang – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang mengimbau umat Islam untuk tidak menonton film tentang kiamat, “2012”, yang sedang diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang Mahmud Zubaidi mengecam penayangan film “2012” yang dianggapnya dapat menyesatkan pikiran orang-orang. Padahal, menurut ajaran Islam, hari kiamat tidak dapat dipastikan kapan terjadinya karena itu menjadi kuasa Allah SWT. “Yang kami khawatirkan dampak dari film itu yang bisa membuat penonton, khususnya umat Islam, percaya kiamat pasti terjadi pada 2012. Itu menyesatkan. Kiamat pasti datang, tapi kapan terjadinya, menurut agama, tak ada yang dapat memastikannya,” kata Zubaidi, Senin (16/11). Ia sendiri mengaku belum menonton film tersebut.

Film “2012” menceritakan hari kiamat menurut penanggalan kuno bangsa Maya pada 21 Desember 2012 yang ditandai dengan mahabencana alam pada skala global. Film ini digarap Roland Emmerich, sutradara spesialis film fiksi-sains, seperti Stargate (1994), Independence Day (1996), Godzilla (1998), dan 10.000 BC (2008).

Selain menyesatkan, dampak penayangan “2012” dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan masyarakat dunia, termasuk muslim di Indonesia. Penayangan “2012” dapat mempengaruhi orang untuk mengikuti aliran sesat yang dengan gampangnya mempercayai hari kiamat versi Hollywood itu.

Di Kota Malang film 2012 diputar di Dieng Plaza dan Malang Town Square sejak Jumat pekan lalu. Penonton sangat antusias jika dilihat dari panjangnya antrean pembeli tiket. Wahyu, seorang penonton asal Sawojajar, mengaku film 2012 tidak perlu dicemaskan akan menggoyahkan keimanan seseorang. “Itu hanya fiksi ilmiah yang dapat menambah pengetahuan saya,” kata Wahyu yang dijumpai di 21 Cineplex, Malang Town Square, kemarin malam.

Baca Pula > Komentar NASA

16 November 2009 Posted by | Hot, Malang Kota, Malang Raya, News | , , , , | 2 Komentar

Pemadaman Bergilir sampai ke Malang

Penulis : Bagus Suryo
lampu...

GILIRAN ..

MALANG–MI: PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang, Jawa Timur (Jatim) menyatakan pemadaman bergilir untuk beberapa hari kedepan di wilayahnya masih menunggu keputusan Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali Regional Jatim.

Kenyataannya: “Pemadaman bergilir di Malang sudah dilakukan pada Senin-Jumat, rata-rata per hari memadamkan listrik 30 megawatt,” tegas Manajer (Asmen) Distribusi Area Pelayanan dan Jaringan Malang, Suharsono kepada Media Indonesia, Minggu (15/11). Ia menjelaskan pada Sabtu (14/11) dan Minggu (15/11) tidak ada perintah pemadaman bergilir dari P3B Jawa-Bali. Pedaman sudah dilakukan pada Senin-Jumat pekan kemarin.

Untuk pemadaman Senin (16/11) pihaknya belum mengetahui hal itu sebab kerusakan pada pembangkit tidak bisa diprediksi sebelumnya. “Kami belum mengetahui pemadaman akan berlanjut atau tidak,” ujarnya.

Pemadaman bergilir, lanjutnya, disebabkan karena terjadinya kerusakan di sejumlah pembangkit listrik, diantaranya di Pembangkit Lisrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Priok Jakarta, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Jawa Barat, PLTU Tambak Lorok di Semarang, dan PLTG Sragen Jateng. Dampak kerusakan pembangkit listrik mengharuskan PLN Malang mengurangi beban pemakaian dengan melakukan pemadaman bergilir.

Ia menjelaskan kapasitas beban mampu listrik di PLN Malang sebesar 323 megawatt, sedangkan beban puncak sebesar 245 megawatt. Sedangkan jumlah pelanggan mencapai 700 ribu sambungan.

Selama ini pemadaman bergilir dilakukan secara merata. PLN tidak melakukan diskriminasi dengan memilih wilayah tertentu yang dilakukan pemadaman. “Pemadaman bergilir dilakukan merata dan adil,” katanya.

16 November 2009 Posted by | Malang Kota, News | , , , | 1 Komentar

Arek Malang berburu harta karun di NTT

Sungguh melimpah kekayaan bumi Timor.
Foto di atas saya ambil di satu lokasi sungai yang kering (berair saat musim hujan saja), yang banyak ditemukan batu manganese, agate, marmer, batu api, batu kristal, … etc. (gak tau namanya, bukan orang Geologi sih). Fosil-fosil aneh juga ada, bahkan EMAS.
Hampir lupa, kekayaan bumi Timor yang lain ‘sudah gaharu – cendana pula’ kayu cendana, bahkan ada kayu yang warnanya putih seperti pakai bedak (bukan minyak kayu putih).
Yang mau cari barang antik di pedalaman juga banyak, pokoknya seru.

30 Mei 2009 Posted by | Nusantara | , , | Tinggalkan komentar