Malang 4 You

Just for Arek Arema Malang

TOKOH Muslim Berpengaruh di Dunia dari Al Hikam MALANG

KH Hasyim Muzadi

JAKARTA-MI: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi bersikap merendah meski namanya menempati peringkat 18 tokoh muslim berpengaruh di dunia.

“Itu pemeringkatan orang di dunia, kalau pemeringkatan Allah dan akhirat kan lain,” kata Hasyim ketika diminta komentarnya di Jakarta, Jumat (20/11). Hasyim mengatakan, ada pemeringkatan atau tidak, ia akan berupaya berbuat yang terbaik demi kemaslahatan Islam.

Menurut dia, di balik penghargaan itu yang hebat sebenarnya bukan dirinya, namun NU. Selama ini ia aktif keliling dunia untuk menyampaikan gagasan-gagasan NU demi terciptanya perdamaian dan kedamaian dunia. “Kalau sekarang dunia mengakui saya, itu sebenarnya pengakuan dunia terhadap NU,” kata pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Jawa Timur, itu.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 15 tokoh dari Indonesia masuk daftar 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Pemeringkatan itu dilakukan Royal Islamic Studies Center Yordania dalam buku The 500 Most Influential Muslims yang diterbitkan bekerja sama dengan Georgetown’s Prince Alwaleed bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding.

Khusus untuk Top 50, dari Indonesia hanya ada tiga nama, yakni KH Hasyim Muzadi pada peringkat 18, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin peringkat 35, dan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym di peringkat 48.

Peringkat teratas ditempati Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud, disusul pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khamenei dan Raja Maroko Muhammad VI.

Beberapa tokoh dari Indonesia lainnya adalah mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, penulis dan tokoh sastra Indonesia Helvy Tiana Rosa, pengusaha muslim Haidar Bagir dan tokoh perempuan Tutty Alawiyah. (Ant/OL-7)

Iklan

21 November 2009 Posted by | Malang Kota, Nasional, News | , , , , , | 3 Komentar

Cicak terus lawan Buaya …

Kini bola sudah dilemparkan kepada Presiden SBY. Sebagaimana niatan semula, tim 8 ini memang pilihan Presiden untuk memberikan verifikasi terhadap perjalanan kasus hukum yang melibatkan dua pimpinan KPK. Tetapi kita melihat bahwa kasus ini ternyata melebar kemana-mana.

Tugas tim verifikasi kasus hukum yang melibatkan pimpinan KPK non aktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah tuntas sudah, seiring dengan penyerahan rekomendasi dan laporan akhir tugas mereka kepada Presiden Yudhoyono, pemberi mandat tugas tersebut. Setelah 2 minggu bekerja, tim 8 merekomendasikan beberapa hal, diantaranya penghentian perkara Bibit-Chandra, pemberian sanksi kepada pejabat yang terlibat, serta reformasi lembaga penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan Agung, KPK dan LPSK. Rekomendasi ini juga berisi usulan agar dibentuk sebuah unit tugas dalam rangka merumuskan arah reformasi hukum.

Rekomendasi tim 8 ini memang banyak ditunggu orang. Rekomendasi ini diharapkan akan membongkar berbagai kontroversi yang terjadi di sepanjang kasus ini. Kita sama-sama sudah mengetahui bagaimana rekaman pembicaraan yang menghebohkan diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. Kita juga mengetahui bagaimana masing-masing pihak ngotot mengenai kebenaran versi mereka, termasuk Polisi, Kejaksaan Agung dan KPK. Kita juga sama-sama tahu bagaimana peristiwa politik juga terjadi di Senayan, dimana anggota Komisi III DPR dituding tidak memihak masyarakat.

Kasus Bank Century

Persepsi publik tentang kasus Bank Century telah bercampur dengan isu politik Pemilu lalu, sehingga presiden terpancing untuk berkomentar bahwa tidak ada dana Bank Century yang mengalir ke tim pemenangan presiden.

Di sinilah pertanyaan publik merembet: mengapa presiden sangat cepat bereaksi terhadap isu itu, sementara dalam soal rekomendasi Tim 8 ia terkesan pasif?

Tampaknya Presiden semakin berada dalam posisi serba terdesak. Eskalasi kasus Century akan menyita 100 hari pertama kabinet. Ia berusaha mencari ‘jalan tengah’ yang memungkinkannya tidak membuat keputusan ‘berat sebelah’, tetapi tetap memenuhi kepentingan politiknya. Dalam kasus Tim 8, presiden baru memberi solusi pada poin rekomendasi yang paling moderat, yaitu poin Tim 8 yang mengusulkan pembentukan lembaga baru untuk menuntaskan reformasi hukum dan pemberantasan mafia peradilan.

Presiden mengalihkan usulan itu kepada UKP4, unit kerja presiden yang diketuai Kuntoro Mangkusubroto. Itu berarti tidak akan ada lembaga baru independen yang akan dibentuk untuk ‘membongkar mafia peradilan’ seperti yang direkomendasikan Tim 8.

Terhadap butir rekomendasi yang lebih mendesak, yaitu penghentian kasus Bibit dan Chandra dan penggantian pejabat-pejabat tinggi Polri dan Kejaksaan Agung, agaknya presiden masih berusaha mencari formula win-win solution. Sangat mungkin ia berharap bahwa para petinggi ‘yang dimaksud’ dapat mengundurkan diri dengan kesadaran sendiri, sehingga sebagai presiden ia terhindar dari kontroversi bila keputusan itu berasal darinya. Tipe kepemimpinan ini adalah khas presiden SBY, yaitu memperoleh hasil tanpa membuat keputusan kontroversi.

Atau, adakah skenario lain yang sedang dipikirkan presiden? Kita masih menunggu suatu keputusan presiden yang adil secara etis, dan bukan sekadar keadilan yang politis!

20 November 2009 Posted by | Nasional, News | , , , , , | Tinggalkan komentar

Super Anggodo (versi YouTube)

>> lihat video di YouTube >> lihat Republik Mimpi Buruk

Super Anggodo

INILAH>COM Jakarta – Memanasnya kasus Anggodo Widjojo membuat masyarakat meresponnya dengan makin kreatif. Salah satunya, dengan video pelesetan Anggodo di YouTube.

Video berdurasi satu menit lima detik itu diposting ke situs video YouTube, tertanggal 5 Oktober oleh seorang user bernama ‘underexposedbastard’. Isinya, penggalan-penggalan wawancara Anggodo dengan sebuah stasiun televisi yang baru-baru ini disiarkan.

Beberapa pertanyaan lucu disisipkan pada klip tersebut, yang dijawab oleh penggalan wawancara Anggodo. Misalnya pertanyaan ‘Anda tahu KPK itu apa?’. Jawaban adik Anggoro Widjojo itu, “Saya sama sekali nggak tahu  KPK apa.”

Selanjutnya, pertanyaan yang berupa tulisan itu masih agak serius. Seperti ‘Apakah hubungan Anda dengan Pak Susno sekedar bisnis atau…?’. Namun lama kelamaan, pertanyaan mulai tak ada hubungannya dengan kasus Anggodo dan KPK.

Seperti, ‘Anda tahu album Britney Spears yang terbaru?’, ‘Anda tahu dimana Krisdayanti bertemu selingkuhannya?’, lalu ‘Usia Anda berapa?’ yang dijawab Anggodo dengan, “Dua puluhan.” Lanjutan jawaban itu, “Katanya, bukan saya,” kata Anggodo.

Bahkan, ada pertanyaan ‘Anda tahu bedanya Mulan Jameela dan Mulan Kwok?’. Yang membuat plesetan ini kocak, adalah pertanyaan lucu yang dijawab dengan serius. Akhir kata, si user menulis, “Setelah ditahan kurang dari sehari, Anggodo Widjojo akhirnya dibebaskan. Terima kasih Pak Buaya,” yang diiringi suara tepukan tangan. [vin]

20 November 2009 Posted by | News, Video | , , , , | 1 Komentar

Sikap SBY Tentukan Keberlanjutan REFORMASI

gantung buaya

REKOMENDASI TIM 8: untuk apa tim dibentuk?

JAKARTA-MI: Kelayakan SBY sebagai presiden dipertanyakan jika tidak laksanakan rekomendasi Tim 8. Pelaksanaan rekomendasi merupakan bagian reformasi. Lambannya respon SBY dalam menanggapi rekomendasi Tim 8 berakibat terhadap kelayakannya selaku presiden.

Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko menyatakan bahwa kelayakan SBY bergantung pada komitmennya untuk menyikapi rekomendasi tim yang dibentuknya sendiri. “Kalau dalam level plintat-plintut masih oke. Tapi kalau dalam level tidak melaksanakan, menurut saya, apakah presiden masih layak, apakah masih perlu dirinya di Istana,” tegasnya dalam jumpa pers Koalisi Masyarakat Darurat Untuk Keadilan di Kantor ICW, Jakarta, Kamis (19/11). Ia mengkritik, SBY yang selalu menyatakan terpaksa dan tak ingin terburu-buru bukan alasan tepat. “Karena dari rekomendasi yang dihasilkan oleh Tim 8 tersebut sebagian besar anggotanya memiliki latar belakang hukum,” ungkapnya.

Danang mengingatkan, SBY harusnya konsisten dengan melaksanakan rekomendasi Tim 8. Kepercayaan publik terhadap SBY akan hilang jika SBY tidak meneruskan rekomendasi oleh Tim 8. “Kami tidak bisa menerima kalau SBY sebagai presiden menjilat ludahnya sendiri,” cetusnya.

Direktur Manajerial Imparsial Rudi Marpaung menambahkan penundaan bersikap oleh SBY merupakan langkah yang buruk. Karena dirinya menilai masalah KPK-Polri ini merupakan masalah darurat. “Saya melihat SBY merespon rekomendasi ini seperti tidak peduli. Justru saya mempertanyakan minat SBY menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya. Sikap SBY dalam menanggapi rekomendasi ini menentukan langkah reformasi yang digulirkan semenjak 1998.

Koordinator Kontras, Usman Hamid, menyatakan amanat reformasi adalah menghentikan dan menindak pejabat yang korupsi. “Kalau tidak dilaksanakan maka selesai cita-cita reformasi,” ungkapnya.

20 November 2009 Posted by | Nasional, News | , , , , | 1 Komentar

Ketinggian Kota Malang

Balai kota Malang dan Tugu

Kota Malang, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya, dan wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Malang. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur.

Kota Malang terletak di ketinggian +444 meter (dari stasiun Kota Baru), tepatnya ketinggian itu bervariasi antara 399-662,5 meter diatas permukaan laut. Temperatur rata-rata 23,9 derajat Celcius. Curah hujan rata-rata tiap tahun mencapai 1.833 milimeter dan kelembaban udara rata-rata sampai 72 % .

Dengan luas 11.005,66 ha atau 110,06 Km2, kota Malang mempunyai penduduk sejumlah 768.000 jiwa (2003) dengan pertumbuhan sekitar 3,9% % per tahun menjadi 814.000 (BPS,2008). Sehingga bisa dihitung kepadatan penduduknya 6.171 jiwa/km²

Begitu sedikit infonya untuk arek Malang …

18 November 2009 Posted by | Info, Malang Kota | , , , | Tinggalkan komentar

Use Energi Wisely

...

SBY Keluarkan Inpres Hemat Energi

INILAH.COM, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengeluarkan instruksi presiden tentang penghematan energi. Hal itu dilakukan menyusul terjadinya pemadaman listrik di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Jakarta.

“Presiden memberikan instruksi kepada segenap jajaran instansi pemerintah departemen dan non departemen kantor-kantor pemerintahan untuk melakukan penghematan penggunaan listrik dan ini pernah kita lakukan beberapa tahun yang lalu dan hasilnya sangat signifikan,” kata Mensesneg Sudi Silalahi di kantor Presiden, Selasa (17/11).

Inpres ini, lanjut Sudi, harus dijalankan kantor-kantor pemerintahan. “Saya kira ini sangat berarti terutama dalam situasi kita dalam kesulitan seperti yang kita hadapi sekarang,” ujarnya. [cms]

Hemat = Pakai Seperlunya

Bicara fakta, permintaan listrik di Indonesia terus meningkat, 10% – 15% per tahun.
Entah untuk kegiatan rumah tangga, perkantoran, dan industri.
Tapi, kok bisa 43% rumah tangga di Indonesia belum tersentuh listrik?
Nyaris separuh wilayah Indonesia!
Karena fasilitas listrik ini lebih banyak tersedot ke kota-kota besar.
Makin besar pendapatan ekonomi maka makin besar pula kebutuhan terhadap listrik.
Kalau sektor tenaga listrik tidak dikelola dengan baik, ancaman krisis listrik bisa terjadi dalam waktu dekat.

Apa pasokan listrik kita tidak mencukupi?

Ya, karena minimnya dana pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas memadai. Sebagai gambaran saja, pada bulan Oktober 2005 diperhitungkan cadangan listrik di Jawa – Bali hanya tinggal 120 MW (megawatt), sementara idealnya cadangan minimum yang harus tersedia 600MW. Jauh sekali bedanya! Akhirnya PLN harus menjalankan pemadaman listrik bergilir. Kita juga yang rugi, kan?

Ancaman krisis listrik ini harus diatasi

  1. Pemerintah perlu meningkatkan efisiensi kerja pembangkit listrik, mulai dari menghilangkan kebocoran pada proses penyaluran aliran listrik dari pembangkit sampai ke rumah-rumah. Intinya, pengelolaan listrik yang baik.
  2. Konsumen, seperti kita, harus ikut mendorong penyusunan kebijakan listrik yang efisien dan (yang paling penting) hemat listrik! Kapan lagi kalau bukan sekarang?

Pakai listrik seperlunya.
Kenapa harus menunggu krisis untuk menjadi pengguna yang bijak?

18 November 2009 Posted by | Info | , , | Tinggalkan komentar

Terus Berjuang ..

kpk2006

...

 

detik.com

Anggota Komisi IX Andi Rahmat menyambut baik pernyataan wakil presiden Boediono yang bersedia diperiksa terkait skandal bailout Rp 6,7 triliun. Menurut Andi, pernyataan Boediono tersebut cukup memberi ketenangan di tengah menguatnya usulan hak angket Bank Century di DPR.

“Pernyataan Boediono melegakan banyak pihak. Pernyataan dia sudah menenangkan di tengah usulan hak angket ini,” ujar Andi kepada detikcom di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/11/2009).

Sementara bagi partai pendukung koalisi SBY-Boediono, politisi PKS ini menilai pernyataan Boediono justru merupakan titik terang tidak ada hubungan bailout sebesar Rp 6,7 triliun dengan pengambil kebijakan.

“Dan mudah-mudahan saja ini benar,” imbuh mantan Ketua Umum KAMMI ini.

Nama Boediono disebut-sebut dalam pemberian dana talangan (bailout) kepada Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Dalam keterangan kepada pers Jumat pekan lalu di Istana wakil  presiden, Boediono menyampaikan jika dirinya siap diperiksa terkait skandal Bank Century.

16 November 2009 Posted by | News | , , , , | Tinggalkan komentar

Majelis Ulama MALANG: Jangan Tonton Film KIAMAT ‘2012’

2012

Kiamat versi Hollywood

TEMPO Interaktif, Malang – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang mengimbau umat Islam untuk tidak menonton film tentang kiamat, “2012”, yang sedang diputar di bioskop-bioskop di Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang Mahmud Zubaidi mengecam penayangan film “2012” yang dianggapnya dapat menyesatkan pikiran orang-orang. Padahal, menurut ajaran Islam, hari kiamat tidak dapat dipastikan kapan terjadinya karena itu menjadi kuasa Allah SWT. “Yang kami khawatirkan dampak dari film itu yang bisa membuat penonton, khususnya umat Islam, percaya kiamat pasti terjadi pada 2012. Itu menyesatkan. Kiamat pasti datang, tapi kapan terjadinya, menurut agama, tak ada yang dapat memastikannya,” kata Zubaidi, Senin (16/11). Ia sendiri mengaku belum menonton film tersebut.

Film “2012” menceritakan hari kiamat menurut penanggalan kuno bangsa Maya pada 21 Desember 2012 yang ditandai dengan mahabencana alam pada skala global. Film ini digarap Roland Emmerich, sutradara spesialis film fiksi-sains, seperti Stargate (1994), Independence Day (1996), Godzilla (1998), dan 10.000 BC (2008).

Selain menyesatkan, dampak penayangan “2012” dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan masyarakat dunia, termasuk muslim di Indonesia. Penayangan “2012” dapat mempengaruhi orang untuk mengikuti aliran sesat yang dengan gampangnya mempercayai hari kiamat versi Hollywood itu.

Di Kota Malang film 2012 diputar di Dieng Plaza dan Malang Town Square sejak Jumat pekan lalu. Penonton sangat antusias jika dilihat dari panjangnya antrean pembeli tiket. Wahyu, seorang penonton asal Sawojajar, mengaku film 2012 tidak perlu dicemaskan akan menggoyahkan keimanan seseorang. “Itu hanya fiksi ilmiah yang dapat menambah pengetahuan saya,” kata Wahyu yang dijumpai di 21 Cineplex, Malang Town Square, kemarin malam.

Baca Pula > Komentar NASA

16 November 2009 Posted by | Hot, Malang Kota, Malang Raya, News | , , , , | 2 Komentar

Pemadaman Bergilir sampai ke Malang

Penulis : Bagus Suryo
lampu...

GILIRAN ..

MALANG–MI: PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang, Jawa Timur (Jatim) menyatakan pemadaman bergilir untuk beberapa hari kedepan di wilayahnya masih menunggu keputusan Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali Regional Jatim.

Kenyataannya: “Pemadaman bergilir di Malang sudah dilakukan pada Senin-Jumat, rata-rata per hari memadamkan listrik 30 megawatt,” tegas Manajer (Asmen) Distribusi Area Pelayanan dan Jaringan Malang, Suharsono kepada Media Indonesia, Minggu (15/11). Ia menjelaskan pada Sabtu (14/11) dan Minggu (15/11) tidak ada perintah pemadaman bergilir dari P3B Jawa-Bali. Pedaman sudah dilakukan pada Senin-Jumat pekan kemarin.

Untuk pemadaman Senin (16/11) pihaknya belum mengetahui hal itu sebab kerusakan pada pembangkit tidak bisa diprediksi sebelumnya. “Kami belum mengetahui pemadaman akan berlanjut atau tidak,” ujarnya.

Pemadaman bergilir, lanjutnya, disebabkan karena terjadinya kerusakan di sejumlah pembangkit listrik, diantaranya di Pembangkit Lisrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tanjung Priok Jakarta, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang Jawa Barat, PLTU Tambak Lorok di Semarang, dan PLTG Sragen Jateng. Dampak kerusakan pembangkit listrik mengharuskan PLN Malang mengurangi beban pemakaian dengan melakukan pemadaman bergilir.

Ia menjelaskan kapasitas beban mampu listrik di PLN Malang sebesar 323 megawatt, sedangkan beban puncak sebesar 245 megawatt. Sedangkan jumlah pelanggan mencapai 700 ribu sambungan.

Selama ini pemadaman bergilir dilakukan secara merata. PLN tidak melakukan diskriminasi dengan memilih wilayah tertentu yang dilakukan pemadaman. “Pemadaman bergilir dilakukan merata dan adil,” katanya.

16 November 2009 Posted by | Malang Kota, News | , , , | 1 Komentar

PUNCAK GUNUNG ES

CicakKalah2

Cicak Kalah ? ...

Hery Winarno – detikNews

Jakarta – Tim 8 akan menyerahkan rekomendasi terkait kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah kepada Presiden SBY. Anggota Tim 8 Todung Mulya Lubis yakin SBY melihat hal itu hanya sebagai puncak gunung es.

“Saya yakin, Presiden juga melihat ini hanya sebagai puncak gunung es. Masih ada hal yang perlu diketahui. Markus misalnya, itu isu yang besar belum tersentuh selama ini,” kata Todung.

Hal ini disampaikan dia sebelum rapat Tim 8 di Gedung Wantimpres, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2009).

Hal kedua yang perlu diketahui, lanjut dia, masalah reformasi institusional lembaga penegak hukum mulai dari Kepolisian, Kejaksaan hingga ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Selain itu, bagaimana penyelesaian kasus-kasus korupsi dan penegakan hukum bisa dilakukan. “Seputar inilah yang kita laporkan kepada Presiden. Untuk detailnya, Anda harus menunggu besok,” ujar pengacara senior ini.

Ketika ditanya terkait dengan rekaman Lucas yang tersadap KPK, Todong menilai Tim 8 hampir mendapat seluruh data yang diperlukan. “Jadi untuk membuat kesimpulan kita sudah mampu,” cetus dia.

Tim 8 menggelar rapat pada pukul 13.00 WIB untuk finalisasi rekomendasi. Hanya anggota Tim 8 Hikmahanto Juwana yang belum hadir.

16 November 2009 Posted by | News | , , , , | 1 Komentar