Malang 4 You

Just for Arek Arema Malang

Jangan lupa ada TIKUS.. dibalik BUAYA

 

tikus_dibalik_buaya

Tikus atau Buaya

Tikus Mempermainkan Buaya dan Cicak

Kutipan dari: Fuad Rumi

 

Alkisah, di sebuah negeri yang banyak tikusnya, cicak dan buaya terlibat perseteruan. Buaya menuduh cicak tidak tahu diri, melampaui kewenangannya sebagai cicak. Apalagi ulah cicak itu sudah mengusik kenyamanan buaya. Tak pelak, cicak lalu diuber-uber dan akhirnya ditangkap buaya. Memang cicak tidak langsung ditelan buaya, tapi masih disimpan dalam mulut. Seperti kalau buaya menyimpan anaknya sendiri di mulutnya ketika akan dibawa ke air.

Akhirnya negeri yang banyak tikusnya itu jadi gaduh. Banyak sekali yang bersimpati pada cicak. Nyamuk, burung, kambing, kerbau, kecoa dan banyak lagi lainnya yang mendukung cicak. Semuanya saling dukung-mendukung minta agar cicak dilepaskan, jangan sampai dimatikan oleh buaya. Negeri yang banyak tikusnya itu akhirnya tiap hari gaduh dengan berita buaya menangkap cicak. Desakan pendukung cicak semakin keras. Jumlahnya juga terus bertambah.

Satu tim disiapkan untuk menyelidikii duduk soal sebenarnya. Ketuanya burung kakaktua berjambul putih. Burung ini sangat terkenal kepandaiannya berkicau. Makanya dia cocok jadi ketua tim. Tim baru mulai bekerja keadaan sudah berubah drastis seketika, tatkala di pengadilan mahkamah margasatwa diperdengarkan rekaman hasil sadapan pembicaraan. Rupanya yang menjadi biang semua kisruh itu tidak lain adalah tikus.

Sebenarnya tikuslah yang tidak suka sama cicak karena dia menganggap cicak berbahaya baginya. Dia lalu bikin konspirasi yang membuat cicak ditangkap buaya. Tikus ternyata bukan hanya binatang penggerogot, tapi juga binatang licik yang lihai main “politik”. Untunglah niat jahat tikus kini ketahuan. Rekaman ulah busuknya sudah tersebar di seluruh khalayak. Tikus dan konco-konconya seharusnya ditangkap dan akan menerima hukuman berat akibat ulahnya sendiri. Tapi, di negeri yang banyak tikus, semua belum tentu juga. Bisa saja tikus tidak ditangkap, atau kalau ditangkap nanti dibiarkan lari.

Itulah sebuah kisah menggelikan tapi juga di negeri yang banyak tikusnya. Untung saja itu hanya terjadi di alam hewan, bukan negeri manusia. he.. he.. he. (*)

Iklan

8 November 2009 Posted by | Hot, News | , , , | 1 Komentar

Buaya Mabok Duren

cicak

.

Buaya Mabok Duren

karya: Alvin Lie

Duren si raja buah
Harum aroma
Nikmat rasanya
Kebanggaan Indonesia

Duren kini lain lagi
Muncul di Mahkamah Konstitusi
Ini duren atau upeti
Bikin buaya lupa diri

Buaya mabok duren
Suara rakyat tak didengar
Buaya mabok duren
Tak jelas mana salah mana benar

Buaya mabok duren
Lukai rasa keadilan
Buaya mabok duren
Bikin rakyat naik pitam

Duren oh Duren
Buaya kok mabok duren

8 November 2009 Posted by | Hot, News | , , , | 2 Komentar

CEWEK CANTIK Melawan BUAYA

Ini dia MAQUIS SPANISH, cewek cantik pemberani yang melawan kesombongan si Evan Brimob yang bilang Polisi gak butuh rakyat, hingga akhirnya melaporkannya ke KOMPOLNAS. Evan Brimob yang tampil “tengil” di jejaringan facebook (FB), ternyata benar-benar seorang anggota Brimob. Bahkan akibat ulahnya itu, dia menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan.

Informasi yang dihimpun detikcom, pemeriksaan terhadap personel Polri itu berakhir sekitar pukul 15.20 WIB, Kamis (5/11/2009).”Dia diperiksa apakah melakukan kesengajaan atau kelalaian membuat pernyataan yang menggemparkan itu,” kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Abdul Ghafur, yang dihubungi Kamis (05/11/2009).

Seperti yang kita ketahui, Evan Brimob, salah satu akun di facebook (FB), membuat gempar dengan statusnya yang sangat provokatif. Namun setelah banjir kecaman, Evan mengaku salah dan mohon maaf. Kekesalan dedemit maya terhadap Evan Brimob — pengguna Facebook kontroversial — ternyata belum padam meski ia telah minta maaf. Aksi balas dendam pun dikobarkan dengan cara khas. Evan sempat jadi bulan-bulanan di beberapa situs antara lain RSPP dan situsnya Kepolisian RI yang telah dihacking dengan menampilkan gambar Evan yang telah dipermak. Belakangan situs tersebut sudah diperbaiki oleh administratornya.

Permintaan maaf itu ditulis Evan Brimob dalam status terbarunya, Kamis (5/11/2009).
Saya mengaku salah dan minta maaf dan ralat pernyataan saya menjadi: Polri butuh masyarakat… masyarakat butuh Polri…. maju terus kepolisian Indonesia, bangkit Indonesiaku, lawan para koruptor dan perusak negeri ini” .

Status Evan Brimob sebelumnya adalah “Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil..”.

– – – >> Kalo temen2 masih pengen ngelampiasin rasa kesel boleh maen GAME di sini lawan si Evan !!

8 November 2009 Posted by | Hot, News | , , , | Tinggalkan komentar

Negeri para Bedebah

cicak_melawan

Cicak Melawan

Negeri Para Bedebah

karya: Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Lihat pula puisi Buaya Mabok Duren

8 November 2009 Posted by | Hot, News | , , , | Tinggalkan komentar