Malang 4 You

Just for Arek Arema Malang

Ditemukan.. Situs Peninggalan Kerajaan

Penemuan Situs Dinoyo

Situs Dinoyo

Kartu pos kuno

(15/10) Sugeng warga Dinoyo sedang menyabit rumput di tepian sungai Brantas, ketika tanpa sengaja menemukan struktur batu bata kuno, struktur pondasi, dan pecahan gerabah. Temuan itu berada di atas mata air di tepian sungai Brantas di kawasan perumahan jalan Tata Surya Kecamatan Dinoyo Kota Malang. Dua hari kemudian (17/10) ditemukan lagi pondasi dari bangunan kuno di kawasan Jalan Dinoyo, atau 500 meter di sisi barat Universitas Islam Malang (Unisma). Dua penemuan dalam sepekan itu diperkirakan situs peninggalan kerajaan Kanjuruhan.

Berita temuan itu segera menyebar, hingga sampai ke telinga Balai Penyelamatan Benda Purbakala Empu Purwa – Pemerintah Kota Malang. Temuan itu segera ditindaklanjuti dengan melaporkan temuan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan (Selasa, 27/10).
Setelah menerima laporan penemuan benda purbakala tersebut, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan kemudian menerjunkan tim di Situs Dinoyo. Tim terdiri atas empat orang, yaitu ketua ekskavasi sekaligus Kepala Kelompok Kerja Pusat Informasi Majapahit Kuswanto, dibantu tiga anggota yaitu Osy Prasadana (juru gambar), Tubagus Aditya (juru foto) dan Tatik Farikoh (pencatat data).

Seperti diberitakan di MEDIA INDONESIA, (Kamis, 29/10) sekitar pukul 08.00 WIB, Tim Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala – Trowulan – Mojokerto – Jawa Timur mulai melakukan ekskavasi atau penggalian di Situs Dinoyo. Hingga kedalaman 50 sentimeter, mereka sudah menemukan struktur batu bata kuno berukuran besar yang diduga menyerupai pondasi bangunan. Mereka lalu membersihkan lumpur dan kotoran yang menempel pada batu bata itu, sekaligus mengumpulkan pecahan batu bata yang berserakan untuk selanjutnya diklasifikasi.

“Struktur batu bata yang ditemukan di lokasi penggalian memang batu bata kuno. Sebab ukurannya lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran batu bata sekarang,” kata Ketua ekskavasi Situs Dinoyo Kuswanto kepada wartawan. “Penggalian bertujuan untuk menguji bentuk dan sebaran dari temuan batu bata kuno,” katanya. Kepala Kelompok

Kerja Pusat Informasi Majapahit ini menyatakan belum bisa menyimpulkan temuan tersebut apakah peninggalan Kerajaan Kediri, Singhasari atau Majapahit. Sebab data yang diperoleh masih mentah mengingat penggalian baru dilakukan sehari. “Penggalian direncanakan selesai Sabtu (31/10) mendatang,” ujarnya.

Lantai Kerajaan Kanjuruan Ditemukan dalam Penggalian Hari Kedua

Titik terang keberadaan Kerajaan Kanjuruan di Jalan Dinoyo, Kota Malang, Jawa Timur, semakin terlihat saat penggalian situs hari kedua, Jumat (30/10), oleh Badan Penyelamatan Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan. Dalam penggalian tersebut ditemukan lantai berlapis dua yang melebar dengan sisi lantai tampak rusak. Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Pusat Informasi Majapahit Kuswanto mengatakan, pada penggalian yang berakhir pukul 15.30 WIB itu tim BP3 Trowulan yang terdiri dari tujuh orang berhasil menemukan dua titik. “Penggalian hari kedua, yang berakhir dengan turunnya hujan ini kami berhasil menemukan dua titik, namun kami belum berani memprediksi temuan tersebut,” katanya.

Titik tersebut masing-masing dua lapis tumpukan batu bata melebar yang diperkirakkan lantai dengan sisi yang rusak. Kemudian, tiga lapis tumpukan batu bata yang memanjang dengan perkiraan sebuah pondasi. “Kami belum bisa mempredikasi, apakah itu merupakan sebuah rumah penduduk pada masa Kerajaan Kanjuruhan atau pusat Kerajaan Kanjuruhan sendiri,” katanya. Ia menjelaskan, temuan ini masih memerlukan pengkajian, sebab bentuk asli bangunan belum diketahui jelas. “Masih diperlukan pengkajian dari beberapa aspek dalam temuan hari kedua ini,” jelasnya. Untuk itu, tim akan melanjutkan penggalian kembali pada hari Sabtu (31/10).

Iklan

31 Oktober 2009 Posted by | Malang Kota, Sejarah | , , | Tinggalkan komentar

MLM vs Gambling

Aku maen judi nang Vegas trus kalah sampek kathut klambiku.. Yek opo bisnis jaringan-MLM mu?” .. (Aku malah enthek-enthekan sampek mudho..)

Bagi Arek Malang yang mau serius berbisnis MLM atau network marketing atau JARINGAN, mungkin perlu mempertimbangkan hasil penelitian di negara ‘MBAH-E’ MLM – Amerika. Singkatnya, penelitian ini menghasilkan angka statistik dari anggota / pengikut MLM di sono.
Hasilnya:
  • 99,9% pengikut MLM adalah RUGI. Bandingkan dengan angka yang lain:
  • 97,1% pemain judi Roullette di Las Vegas kalah, dan
  • 90,4% pengikut “No-product pyramid schemes” (ini golongannya arisan berantai tanpa produk atau bisnis perekrutan) yang bangkrut, atau
  • 10% anggota Direct Selling (penjualan langsung) yang rugi

He-he ternyata masih ada yang lebih merugikan dari judi.

Eh,..  omong-omong kalau togel kemungkinan kalahnya berapa ya? ..

Bagi yang masih penasaran silahkan tulis comment.

30 Oktober 2009 Posted by | MLM dan Bisnis | , , | 2 Komentar

Ijen dari Ketinggian

Melihat Perkembangan Kawasan di Kota Malang

Ijen tempo doeloe

Ijen tempo doeloe

Salah satu maskot kota Malang adalah kawasan jalan Ijen. Boulevard Ijen ini khas sekali – dengan deretan pohon palem di sepanjang jalan dan taman-taman terbuka serta perumahan dengan halaman yang luas – meyakinkan kita bahwa kota Malang adalah kota yang tertata dengan bagus.
Bagaimana sebenarnya kawasan Ijen ini pada awal perkembangannya? Kami coba tunjukkan satu foto udara kuno dari kawasan ini serta mencoba membandingkan dengan foto satelit (gres dari “Oom Google”). Bagaimana.. bisa membayangkan lokasi-lokasi jalan yang ada pada foto?

Ijen sekarang

Ijen sekarang

Tentunya, foto satelit ini diambil vertikal dari atas pada ketinggian satelit (entah berapa Km …) Dan setelah diutak atik – dengan elevasi dan sudut yang mirip – hingga menyerupai foto ‘kuno’ yang sudah ada. Jika kita lihat, dulu kawasan ini banyak sekali ruang terbukanya, jalan Ijen dengan pohon palemnya tampak baru ditanam, jalan Lawu dengan deretan pohon cemara yang tertata rapi, Sekitar Dempo yang jalan-jalannya belum terbentuk, serta kawasan Oro-Oro Dowo yang masih banyak pepohonan di sekitar sungai Brantas.

Bagaimana sebenarnya perkembangan kawasan ini yang diharapkan pada awal-awal perkembangan kota Malang?..

Bisakah perkembangan kota kedepannya bisa diatur dengan tata ruang kota yang sebenarnya?..

30 Oktober 2009 Posted by | Malang Kota | , , | Tinggalkan komentar