Malang 4 You

Just for Arek Arema Malang

Siap Masuk SMP di Malang (PSB-SMP) 2010

PSB Online SMP 2010 Kota Malang

Bagi orang tua, arek-arek Malang (khususnya), yang punya anak di Sekolah Dasar kelas 6 di kota Malang, ujian SD sebentar lagi sudah mulai. Rasanya waktu berjalan sangat cepat sekali. Seolah waktu baru saja lewat ketika kita mendaftarkan anak2 kita masuk SD, dan tahu-tahu kita sudah harus bersiap untuk ujian akhir/ujian nasional atau apapun namanya, dan menyusul mendaftarkan ke jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama / SMP.

Sebagai contoh 1, tahun 2009 kemarin seorang anak SD di Malang lulus dengan nilai Ujian (UASBN): Matematika 10 (sempurna), IPA 9, dan Bhs Indonesia 8,6. Orang tuanya senang sekali, dan tentunya si anak sendiri. Segera dibayangkan anak itu bisa masuk SMP “favorit” (SMP 5, SMP 3, atau SMP 1), kenyataannya .. tidak diterima, jadi apa yang salah?…

Hasil Seleksi SMP 2009 di Malang

Sebenarnya awal dari persoalan ini adalah keterbatasan daya tampung sekolah, ditambah lagi dengan minat terhadap sekolah tertentu yang berbeda-beda, sehingga pilihan sekolah terkelompok-kelompok secara “subyektif” . Namun dengan diselenggarakannya PSB Online, proses pendaftaran bisa lebih transparan dan termonitor, sehingga pilihan sekolah bisa segera diantisipasi atau dikoreksi, agar anak bisa masuk sekolah sesuai keinginannya.

Sebagaimana kita ketahui pendaftaran siswa baru (PSB)saat ini dilaksanakan melalui:

1. PSB Jalur Online, serta ditambah:

2. PSB Jalur Mandiri (tes), untuk SMP Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)

Sekolah RSBI yaitu SMP Negeri 1, SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 5 Malang, (terakhir SMP Negeri 8 ada 1 kelas) melaksanakan tes dengan materi:

1. Psikotes yang meliputi: Minat, bakat, kepribadian, dan IQ

2. Test Akademik (Matematika, IPA,dan Bhs.Inggris, serta Praktek Teknologi Informatika)

3. Wawancara orang tua dan siswa

4. Non akademik yang dibuktikan dengan melampirkan foto copy sertifikat tingkat Internasional, Nasional, dan Regional

Sebagian besar siswa baru diterima melalui jalur online, itupun kapasitasnya telah “dikurangi” dengan pesaing dari luar kota hingga maksimum 10% dari kapasitas, Untuk SMP Favorit (best three) kapasitasnya dikurangi lagi dengan jalur mandiri/tes. SMP 5 misalnya pada tahun 2009 menyediakan 4 kelas untuk jalur mandiri.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan, pertama kita harus punya data statistik PSB tahun sebelumnya. Data ini bermanfaat untuk mendapatkan gambaran/situasi dari persaingan menghadapi ujian akhir SD untuk akhirnya memperoleh nilai ujian yang akan menentukan apakah siswa bisa diterima masuk ke SMP pilihannya.

Data statistik PSB tahun 2010 ini tentunya tergantung dari hasil Ujian Akhir SD yang belum dimulai. Tetapi dengan melihat Data Statistik PSB tahun sebelumnya (2009) kita bisa menentukan pilihan sekolah dan prioritasnya yang “realistis” sehingga tidak dirugikan karena pilihan kita sendiri. Sebagaimana kita kitahui apabila banyak siswa dengan nilai ujian yang sama memilih satu sekolah yang sama, maka sekolah tersebut memprioritaskan siswa yang memilih pada pilihan pertama. Selanjutnya apabila pilihan pertama sudah bisa ditampung semua barulah diambil siswa yang memilih pada pilihan kedua dan seterusnya.

Contoh 2: pada penerimaan siswa baru SMP 5 tahun 2009 yang menerima 190 siswa (Online): pada urutan 161 s/d 186 (26 siswa) yang diterima mempunyai nilai ujian yang sama (rata2) 9,267 dengan pilihan pertama di urutan atas dan pilihan ketiga di urutan paling bawah. Selanjutnya urutan 187 s/d 190 adalah siswa dengan dengan nilai uian 9,25 dan pilihan pertama. Jadimisalnya seseorang siswa dengan nilai 9,25 pilihan pertama SMP 3 kemudian pilihan kedua SMP 5, tdk diterima di SMP 3 maupunSMP 5. Tetapi apabila pilihan pertamanya SMP 5 ia akan diterima di SMP 5.

Jadi data statistik yang perlu kita ketahui adalah data hasil seleksi tahun sebelumnya (2009): nilai yang diterima dan daya tampung masing-masing sekolah, serta data sebaran Nilai Ujian tahun 2009. Kemudian apabila ujian SD tahun 2010 sudah diketahui hasilnya, segera mencari tahu data sebaran nilai ujian untuk tahun 2010, dan dilanjutkan mencari info daya tampung SMP-SMP di kota Malang, dan kemudian kita bandingkan hasilnya dengan tahun 2009.

Apabila sebaran nilai tahun 2010 l.k. sama serta daya tampung yang tidak banyak berbeda, maka bisa segera kita petakan hasil ujian anak kita, apakah bisa diterima di sekolah pilihan kita. Apabila sebaran nilai tahun 2010 cukup berbeda, maka dicari nilai ujian anak kita setara dengan nilai berapa pada tahun 2009, dan bisa kita prediksi kemampuan anak untuk masuk smp pilihan kita.

Kembali pada contoh pertama di atas, kebetulan anak didik saya, jika melihat hasil seleksi tahun 2008, nilai ujian 27,6 atau rata2 9,20 bisa diterima di semua SMP favorit! Kemudian setelah mendapat data sebaran hasil ujian untuk kota Malang tahun 2009, akhirnya saya simpulkan tidak bisa diterima di SMP favorit. Kemudian anak menentukan pilihan pertama SMP 5, pilihan kedua SMP 8 … dan memang akhirnya anak tersebut masuk SMP 8.

Pada tulisan ini saya sertakan grafik yang saya buat berdasar data resmi dari Dinas Pendidikan, yang bisa dicetak, ditempel, agar anak didik setiap saat tahu dan menetapkan targetnya. Belajar menghadapi ujian dengan target nilai yang dikejar dan diperkirakan mampu, serta member motivasi dalam belajar. Karena hasil ujian dan sekolah SMP yang kita tuju tergantung pilihan kita. Selamat belajar.

5 Desember 2009 Posted by | Malang Kota, Pendidikan | , , , , , | Tinggalkan komentar

350 Juta Facebookers oleh Mark Zuckerberg

Juragan Facebo

Janji Jaga Rahasia (Privacy)

3 Desember 2009 oleh trihatmaningsih

Dunia memperbarui prestasi Mark Zuckerberg setelah pengguna FB menembus angka 350 juta pengguna.

Penggagas situs jejaring sosial Facebook (FB) itu mengumumkan janjinya untuk memberi layanan lebih pribadi pada pengguna FB. Lewat pesan yang dimunculkan di setiap beranda atau wall facebooker, Zuckerberg berjanji meningkatkan pemantauan kerahasiaan dan menghapuskan kerangka kerja regionalnya bagi masyarakat online. Dan penampilan kerahasiaan baru akan memungkinkan pemakai menentukan siapa yang boleh melihat gambar, komentar, video, dan semua bahan lain di layar profile mereka.

“Kami akan menambahkan sesuatu yang telah diminta oleh banyak dari Anda, kemampuan mengendalikan siapa yang bertemu dengan masing-masing potongan isi perorangan yang anda ciptakan atau unggah,” janji Zuckerberg yang melahirkan FB di tahun 2004 sebagai jejaring komunikasi online antarmahasiswa di kampusnya.

“Untuk membuat ini jadi mungkin, kami telah memusatkan perhatian untuk memberi Anda peranti yang Anda perlukan guna berbagi dan mengendalikan keterangan Anda,” imbuh salah satu pria terkaya di dunia ini.

Caranya?

“Rencana yang telah kami rancang adalah sepenuhnya menghilangkan jaringan kerja regional dan menciptakan model yang lebih sederhana bagi pengendalian kerahasiaan, tempat Anda dapat menetapkan isi yang tersedia hanya buat teman Anda, temannya teman Anda, atau siapa saja,” jabarnya.

Jadi, dalam beberapa pekan ke depan semua facebooker akan diminta mengkaji dan mengubah pengaturan pribadi dalam format baru yang ramping. So? Bersiaplah… ***

4 Desember 2009 Posted by | Blog atau Situs, Info | , , | Tinggalkan komentar

CENTURY GATE Menyentuh Legitimasi Pemerintah

Century Gate

Mengapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali membantah kabar bahwa aliran dana talangan Bank Century masuk ke dalam tim kampanyenya pada pemilu presiden lalu? Bantahan itu merupakan sinyal bahwa istana cemas dan khawatir atas melebarnya isu ini.

Tidak cukup retorika politik. Presiden SBY diminta untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan kewenangan dia untuk membuka tabir gelap aliran dana Bank Century.

“Komunikasi politik, gestur tubuh dan segala tindakan presiden harus menujukkan dia punya komitmen kuat dan tidak cukup retorika politik untuk membuka kasus ini,” ujar pengamat politik Charta Politika, Bima Arya Sugiarto, Rabu (2/12). Menurut Bima, tidak hanya SBY, tetapi semua jajaran kementerian juga harus tunjukkan hal serupa. Bagaimanapun kasus ini sudah menyentuh persoalan legitimasi pemerintah saat ini.

Sementara itu, mengenai bergulirnya hak angket, Bima mengatakan fraksi apapun yang memimpin angket Century, pasti rawan “masuk angin”. Termasuk Fraksi PDI Perjuangan, yang sebagian besar anggotanya masih memiliki urusan yang belum selesai dengan KPK berkaitan dengan kasus dugaan suap Miranda Goeltom di 2004.

“Menurut saya bagaimanapun juga kita harus mengawasi, jangan beri cek kosong. Semua rawan masuk angin. Dan mereka (DPR) pertaruhkan karir mereka di mata rakyat saat ini,” tandasnya.

Febri Diansyah, peneliti hukum Indonesia Coruption Watch melihat bahwa kemungkinan tak tuntasnya pengungkapan kasus ini akan merugikan kredibilitas dan posisi politik Presiden SBY. SBY harus jernih berpikir bahwa bisa saja ada ‘koruptor dalam selimut’ yang selama ini bersarang di lingkaran istana. Jika hak angket tuntas dan tak dijegal, SBY dan partainya bisa lepas dari sandera politik jangka panjang. “Namun harus diakui ada banyak nada sumbang dalam kasus Century ini,” ungkap Febri.

2 Desember 2009 Posted by | Hot, Nasional, News | , , , | Tinggalkan komentar

BIBIT dan CHANDRA: sampai mana?

Cicak dan Buaya by Iwan Fals

Kejaksaan pada Selasa 1 Desember 2009 menghentikan kasus yang menjerat Bibit dan Chandra.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Marwan Effendy mengaku ada tiga alasan yuridis yang jadi pertimbangan.

Pertama, karena perbuatan kedua tersangka, baik Bibit maupun Chandra dipandang tidak menyadari dampak yang ditimbulkan atas perbuatannya. “Mereka menganggap itu hal yang wajar dalam rangka penjalankan tugas dan kewenangannya, dan hal tersebut juga syudah dilakukan oleh para pendahulunya. Maka dapat diterapkan pasal 50 KUHP,” kata Marwan.

Sementara alasan sosiologis meliputi tiga hal. Pertama, adanya suasana kebatinan yang membuat perkara tersebut tidak layak diajukan ke pengadilan dan lebih banyak mudarat daripada manfaatnya.

Kedua, untuk menjaga keterpaduan atau harmonisasi lembaga penegak hukum baik kejaksaan, polisi dan KPK di dalam menjalankan tugasnya untuk pemberantasan korupsi sebagai alasan dokrinal yang dijamin dalam hukum pidana.

Ketiga, masyarakat memandang perbuatan yang dilakukan kedua tersangka baik Chandra atau Bibit tidak layak untuk dipertanggungjwabkan kepada keduanya karena perbuatan tersebut dalam rangka melaksanakan tugas dan wewenangnya dalam pemberantasan korupsi yang memerlukan terobosan-terobosan hukum.

Institute for Democracy and Peace (SETARA)

Ketua SETARA, Hendardi menyatakan, Kejaksaan tetap menganggap kasus kedua pimpinan KPK telah memenuhi rumusan delik pasal 12e dan pasal 23 UU Pemberantasan Korupsi. “Unsur pidananya terpenuhi tapi dihentikan demi hukum,” katanya.

Menurutnya, langkah ini hanyalah untuk mengesankan bahwa polisi dan jaksa telah bekerja benar sesuai prosedur hukum. “Dua instansi ini tidak mau kehilangan muka dan dimintai pertanggungjawabannya,” katanya. Mereka lanjut Hendardi, enggan mengakui bahwa bukti yang ada tidak cukup.

Hendardi khawatir SKPP akan menutup pintu pengungkapan lebih luas dan gamblang tentang skandal kriminalisasi pimpinan KPK. “SKPP juga telah menjadi bentuk kompromi politik antar-institusi penegak hukum yang menutup rapat pihak-pihak yang terlibat dalam skandal tersebut,” ujarnya.

SKPP dinilai hanya akan merugikan Bibit dan Candra, publik, dan penegakan hukum di Indonesia. “Kesempatan untuk mengungkap seluruh skandal itu akan tertutup,” ujarnya. Dalam situasi yang penuh kontroversi, seharusnya kasus Bibit dan Chandra terlebih dahulu dibawa ke pengadilan, sehingga praktik kriminalisasi itu bisa diuji dan dibuktikan.

“Membawa kasus ini ke pengadilan bukan berarti tidak sepakat dengan fakta-fakta kriminalisasi,” tuturnya. Pengadilan menurutnya, justru dibutuhkan untuk membuktikan logika-logika keliru para aparat hukum dan kehendak politik sejumlah orang untuk mengkriminalkan KPK.

2 Desember 2009 Posted by | Nasional, News | , , , , , , | 1 Komentar

Langkah Berani MK ! … peace ……

Mahfud MD: piss ...

SEJAK berdiri pada 2003 sepak terjang Mahkamah Konstitusi terus mewarnai perkembangan hukum dan ketatanegaraan di Tanah Air. Keberanian melakukan terobosan membuat mahkamah ini mampu melahirkan sejumlah keputusan yang mengejutkan.
Salah satu putusan yang mengejutkan itu adalah MK menyatakan Pasal 32 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK), yang menjadi dasar pemberhentian Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, bertentangan dengan konstitusi.
Dalam sidang uji materiil Rabu (25/11), pasal yang berisi pemberhentian pimpinan KPK karena menjadi terdakwa dalam kasus tindak pidana tersebut dinilai MK bertentangan dengan asas praduga tidak bersalah dan perlunya proses peradilan yang jujur, adil, dan tidak memihak.
Bahkan, Mahkamah Konstitusi dengan tegas menyebutkan ada fakta petunjuk terjadinya sebuah rekayasa agar Bibit dan Chandra dijadikan tersangka atau terdakwa dalam kasus pidana tertentu.
Sejak ditetapkan menjadi tersangka pada 15 September silam dengan alasan yang kemudian berubah-ubah, Bibit dan Chandra dinonaktifkan sebagai Wakil Ketua KPK lewat keputusan presiden tertanggal 21 September 2009.
Karena merasa hak mereka dan keadilan terinjak-injak, Bibit dan Chandra pun melawan dengan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi pada 13 Oktober lalu. Kasus itu kian menghebohkan setelah keduanya pada 29 Oktober 2009 ditahan penyidik tanpa alasan yang kuat, bahkan mengada-ada.

Di tengah merebaknya berbagai isu, rumor, dan ketidakpastian, MK pada 3 November lalu bahkan membuat sejarah dengan memutar rekaman percakapan antara Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo yang menjadi tersangka kasus korupsi sistem komunikasi radio terpadu, dengan para petinggi kejaksaan dan kepolisian.
Isi rekaman percakapan itu kian menyadarkan dan meyakinkan publik betapa bobroknya hukum di Tanah Air karena berada dalam cengkeraman kekuasaan mafia peradilan, meski kerap dibantah para penegak hukum itu sendiri.

Sekalipun MK telah mengisyaratkan, berdasarkan isi rekaman percakapan itu, adanya potensi rekayasa dalam kasus Bibit dan Chandra, perkara itu justru kian mengentalkan fragmentasi antarlembaga penegak hukum.
Yang memprihatinkan, kendati Presiden telah merespons rekomendasi Tim 8 dengan menyatakan agar kasus Bibit dan Chandra dihentikan di luar pengadilan, aparat kejaksaan dan kepolisian masih saja terperangkap dalam kerangka berpikir formal legalistik. Kedua lembaga itu masih terus memproses kasus Bibit dan Chandra.
Padahal, kedua lembaga itu dan juga lembaga negara lain bisa belajar dari Mahkamah Konstitusi yang begitu mengedepankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas serta berani membuat langkah-langkah terobosan.
Sungguh amat disayangkan, momentum pemberantasan mafia peradilan dan upaya penegakan hukum justru diabaikan dan dihancurkan oleh lembaga penegak hukum itu sendiri.

28 November 2009 Posted by | Nasional, News | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

2012 : Apa Kata NASA?

Akhirnya jawaban Resmi NASA tentang Isu Kiamat 2012 dikeluarkan tekait tabrakan Planet X Nibiru Dan BUMI pada 21 DESEMBER 2012!  Benarkah akan kiamat di tahun 2012?

Akhir Dunia

Kiamat konon bakal terjadi tanggal 21 Desember 2012. Sebagian anggota masyarakat sedikit banyak mempercayainya, didukung oleh kisah-kisah di internet, buku ataupun film yang memperkirakan hal itu memang bakal terjadi.

Klaim yang beredar menyebutkan, akhir zaman ini disebabkan oleh tabrakan antara planet X atau Nibiru dengan bumi. Peristiwa ini konon akan menciptakan bencana maha dahsyat.

Beberapa situs internet bahkan mencatut lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA. Dikatakan bahwa NASA sebenarnya tahu mengenai planet itu, tetapi merahasiakannya dengan berbagai alasan. Namun kini NASA akhirnya angkat bicara!

Selengkapnya info resmi NASA tentang Isu Kiamat 2012 tepatnya kiamat tanggal 21 DESEMBER 2012.

NASA Jelaskan Isu Kiamat 2012 di Internet

Tidak ada dasar faktual dalam klaim tersebut,” demikian pernyataan khusus NASA di website resminya. “Jika tabrakan bakal terjadi, astronomer sudah akan melacaknya sedikitnya dalam 1 dekade terakhir, dan planet itu akan tampak dengan mata telanjang. Namun semua itu tidaklah eksis.

Ditambahkan bahwa para ilmuwan dunia yang punya kredibilitas menyatakan tidak ada ancaman bagi bumi di tahun 2012. NASA juga menegaskan planet bumi sejak dahulu baik-baik saja, dalam periode miliaran tahun dan akan tetap seperti itu dalam waktu yang lama.

Sedangkan terkait berakhirnya kalender bangsa Maya, NASA menyatakan sesungguhnya kalender Maya tidak berakhir pada 21 Desember 2012. Akan tetapi saat itu adalah permulaan untuk periode berikutnya.

Mengenai isu tentang teori pembalikan magnet bumi yang dinilai bisa berakibat fatal, NASA juga membantahnya. “Sepengetahuan kami, pembalikan medan magnet itu tidak membahayakan kehidupan di bumi,” terang NASA.

Di pihak lain, sesepuh bangsa Maya modern di Guatemala dan Meksiko juga menyatakan prediksi kiamat itu ngawur. Dinilai, kiamat 2012 sengaja diciptakan untuk tujuan komersial bangsa barat dengan mengeksploitasi kebudayaan Maya. Demikian seperti dilansir Telegraph dan dikutip detikINET.

Lihat Juga > Pendapat Ulama tentang Film 2012

25 November 2009 Posted by | Gossip, Hot | , , , | 2 Komentar

Pidato SBY: .. Begini seharusnya ..

Macan Bangun melawan Buaya

Karena itu saya sampaikan pada Kepolisian dan Kejaksaan bahwa sikap dan arahan saya selaku Presiden RI adalah dalam 1×24 jam sudah dinyatakan oleh polisi dan Kejaksaan sesuai koridor hukum dan perundang-undangan yang berlaku, bahwa saudara Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto bebas dari semua tuduhan yang dialamatkan pada mereka, terutama tidak cukup bukti untuk melanjutkan proses hukum tersebut. Dan sesuai dengan koridor hukum serta perundang-undangan, dalam 1x 24 jam sesudah itu, saudara Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto direhabilitisi namanya sehingga dapat kembali bertugas di KPK,” kata Effendi menirukan SBY.

Rakyat Indonesia yang saya cintai. Setelah saya menerima hasil pemeriksaan investigasi BPK atas kasus Bank Century, maka sekarang saya nyatakan, saya meminta kepada PPATK dalam waktu 1×24 jam ke depan menyerahkan semua data transaksi keuangan terkait dengan kasus Bank Century kepada Kepolisian dan Kejaksaan. Mekanisme ini sesuai dengan koridor hukum dan undang-undang,” kata Effendi.

Contoh langsung dari sikap tegas kita untuk melawan mafia hukum serta makelar kasus pada lembaga manapun, karena itu sebagai Presiden RI sesudah menyelesaikan pidato ini saya akan mengajukan laporan polisi terhadap saudara Anggodo yang telah mencatut nama saya dan menyebar fitnah seakan-akan saya mengetahui atau bahkan mem-backup atau mendukung skenario atau perbuatan yang sedang mereka rencanakan. Dengan demikian kepolisian bisa segera menetapkan suadara Anggodo sebagai tersangka.”

Itulah sebagian pidato tandingan Effendi Ghazali terhadap terhadap pidato SBY. Menurut Effendi, SBY luput dari tiga poin penting di atas.

Keputusan SBY terkait kasus Bibit-Chandra dan skandal Bank Century yang diumumkan Senin malam (23/11), memang membuat kecewa para aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak).

Sebagai bentuk kekecewaan terhadap pidato Presiden SBY yang berputar-putar dan tidak tegas, Kompak menggelar diskusi “Membahas Detail Pidato SBY” di Rumah Makan Warung Daun Cikini, Jakarta, sore ini (Selasa, 24/11). Aktivis Kompak, yang juga pakar komunikasi Universitas Indonesia (UI), Effendi Gazali, membuat pidato tandingan. Menurut Effendi, dia merubah 70 persen pidato SBY.

“Isu penting saya maksud adalah kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dan yang kedua adalah Bank Century,” kata Effendi dalam pidato tandingannya. Sebagaimana diketahui, tadi malam, SBY mendahulukan kasus Century dibanding kasus Bibit dan Chandra.

25 November 2009 Posted by | News | , , , , , | Tinggalkan komentar

SBY Cerdik dan Tidak Vulgar ..

Jakarta, RMOL. Di satu sisi, sikap Presiden SBY atas rekomendasi Tim 8 dianggap mengambang oleh banyak pihak. Di sisi lain, itu pidato panjang lebar tadi malam menunjukkan kecerdikan SBY.

Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Soehandoyo, pada Rakyat Merdeka Online menganggap positif kemajuan SBY dalam menyikapi rekomendasi Adnan Buyung dan kawan-kawan itu. Terutama di bagian penghentian proses hukum Chandra Hamzah dan Bibit Samad.

“SBY cerdik, dengan menyatakan bahwa masalah akan diselesaikan di luar pengadilan, sebetulnya harus dimaknai presiden tidak mau masuk ranah hukum, tidak mungkin SBY menyampaikan vulgar,” kata politisi Hanura itu saat dihubungi beberapa saat lalu (Selasa, 24/11).

Menurutnya, bila SBY mengeluarkan kalimat instruksi pada Kapolri dan Jaksa Agung untuk penghentian penyidikan atau penuntutan, akan potensial menjadi bumerang. Seharusnya, Kapolri dan Jaksa Agung cerdas untuk memahami penjelasan presiden sesuai ketentuan perundangan. Untuk mengimplemetasikannya pun tidak dibutuhkan waktu lama.

Dien Syamsuddin: SBY Tidak Jelas …

JAKARTA — Keputusan SBY terkait kasus Bibit-Chandra dan skandal Bank Century yang diumumkan Senin malam 23 November, masih menyisakan masalah.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsuddin, kepada wartawan, usai membuka perayaan satu abad Muhammadiyah, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta, Selasa malam 24 November.

“SBY tidak jelas. Seharusnya dia harus memilih satu dari dua. Lanjutkan atau hentikan. Tidak win-win solution, lalu diselesaikan di luar pengadilan. Ini memang terkesan arif bijaksana, tetapi pendekatan seperti itu masih menyisakan masalah dan pro kontra lanjutan. Seharusnya lebih tegas. Apalagi sudah memerlukan waktu panjang untuk memikirkannya, mempertimbangkannya,” kata Dien Syamsuddin. (jpnn)

Anggodo Tak Ditangkap, Pencopotan Susno Duadji Sekedar Basa-basi

Langkah Kapolri untuk mencopot Susno Duadi sebagai Kabareskrim Mabes Polri tak cukup untuk memperbaiki citranya.

“Saya kira harus ada pembuktian dalam proses waktu, bagi siapa saja bukan dengan hal-hal yang bersifat simbolik, reposisi, basa-basi, apalagi pura-pura, atur sana atur sini, pindah sana pindah sini. Sebuah pendekatan yang basa-basi artifisial itu malah menambah buruknya citra. Orang baru tapi perilakunya sama, ya sama saja,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsuddin, kepada wartawan, usai membuka perayaan satu abad Muhammadiyah, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta, Selasa malam (24/11).

Menurut Dien, pekerjaan Polri di depan mata adalah menangkap Anggodo yang sudah jelas mencatut nama Presiden SBY.

“Saya baca running teks saat itu, SBY mengancam akan menggugat Anggodo. Jangan ngancam-ngancam dong, langsung aja tangkap. Nah ketidakadilan, mahasiswa demonstrasi bakar lambang negara, itu sudah ditangkap langsung, Anggodo dibiarkan saja, luar biasa itu melakukan penghinaan terhadap Presiden.  Jadi kalau betul-betul membasmi mafia peradilan, salah satu aja buktinya, tangkap Anggodo. Kalau tidak ditangkap, itu berarti basa-basi,” kata Dien.

Pencopotan Tak Jamin Reformasi Bidang Hukum

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsuddin, langkah pencopotan tersebut sudah tepat karena bisa menuai simpati publik. Namun, kata Dien, reposisi di lembaga penegakkan hukum tak menjami reformasi di bidang hukum.

“Saya tidak bicara orang per orang (reposisi Susno Duadji). Tapi menurut saya, langkah itu sudah tepat karena sesuai dengan rekomendasi Tim 8 untuk mereposisi di tiga institusi ini. gojang-ganjing KPK dan Polri kemarin itu kan terkait dengan orag per orang, aparat pejabat terlibat. Oleh karena itu, kalau itu dilakukan adalah tepat dan menuai simpatik untuk Presiden SBY. Walaupun reposisi orang per orang tidak menjamin reformasi di bidang hukum. Karena menurut saya, reformasi penegakkan hukum diperlukan big bang (ledakan dahsyat) yang betul-betul memiliki daya kejut dan daya getar sehingga berlangsung secara sistemik, termasuk pengadilan,” kata Dien Syamsuddin, usai membuka perayaan satu abad Muhammadiyah, di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta, Selasa malam (24/11).

Menurut Dien, keboborokan pengadilan yang bisa dibeli akan menuai amarah dari masyarakat. Karena itu, katanya, reposisi harus menjamin reformasi di bidang hukum itu sendiri.

25 November 2009 Posted by | Nasional, News | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

“ECO CITY” Malang

Reggy Hasibuan, Climate Champions British Council, menggagas konsep eco city bagi kota kelahirannya, Malang.

Saya tak lagi merasakan udara segar dan tak lagi melihat burung-burung yang biasanya hinggap di pohon rindang, seperti yang saya rasakan dan saksikan sejak kecil sampai tujuh tahun lalu. Ada apa dengan Malang?”

KOMPAS.com — Pertanyaan itu bermain di kepala Reggy Hasibuan (30), climate champions British Council asal Malang, Jawa Timur. Sekian tanya itu kemudian memunculkan ide arek Malang ini untuk menggagas konsep eco city bagi kota kelahirannya. Eco city sebuah kota yang hijau, ramah lingkungan, dan didukung dengan partisipasi aktif para penghuni di dalamnya. Gagasan itu tak sekadar mimpi, lulusan Universitas Parahyangan, Bandung, ini pun mulai bergerak mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan. Bagaimana konsep eco city ala Reggy bagi Kota Apel itu?
“Saya menghabiskan waktu di Malang selama 18 tahun sebelum ke Bandung untuk kuliah. Di Malang itu, kalau jalan pagi-pagi masih berkabut, udara segar. Ketika ke Bandung, Jakarta, aduh kok susah cari udara segar. Saya berpikir, jangan sampai Malang seperti ini. Ketika tujuh tahun kemudian kembali ke Malang, yang saya jumpai, kok enggak ada kabut lagi? Burung-burung yang biasanya banyak hinggap di atas pohon juga enggak ada lagi,” kisah Reggy, dalam Eco City Workshop yang dihelat British Council dan Indonesia Wise di Jakarta, Rabu (18/11).
Bagi dia, parameter sederhana untuk melihat apakah udara bersih atau tidak adalah dengan mengamati makhluk yang hidup di udara. “Kalau kita masih menjumpai banyak burung, berarti udara masih bersih di kota itu. Dan saya mengamatinya,” kata dia.
Keanehan lain dijumpainya. Ketika berkeliling kediamannya dan beberapa sudut Kota Malang, ia menemukan begitu banyak pohon tua dan tidak adanya perawatan terhadap pohon-pohon itu. “Ada pohon yang masih berdaun, ada pohon yang mati karena di bawahnya dijadikan tempat bakar sampah. Kenapa tidak ada kepedulian yang sama? Saya berpikir, karena Malang kota kecil, perubahan masih memungkinkan,” ujar Reggy.
Reggy, bersama rekan-rekannya mendirikan NGO Anomali yang merupakan wadah penguatan bagi anak-anak muda. Dengan menggerakkan darah muda itu lah, ia mulai menelusuri berbagai persoalan yang dirasa tak lagi menjadikan Malang sebagai kota yang nyaman. Di bawah Anomali, ia menggagas kegiatan yang dinamakannya Urban Environmental Watch.
Beberapa permasalahan diurai Reggy, di antaranya mengapa terjadi peningkatan suhu di Malang yang ditandai dengan udara yang semakin panas. “Kemudian, apakah masyarakat Malang sadar kalau suhu semakin panas? Mereka tahu enggak apa yang menyebabkan suhu menjadi panas? Ini semua akibat meningkatnya gas rumah kaca dan perubahan iklim,” kata Reggy.
Untuk mendapatkan jawabannya, ia keliling ke beberapa sekolah dan mewawancarai sejumlah murid dan guru. Hasilnya, para siswa yang ia temui mengaku merasakan perubahan yang sama. Akan tetapi, mereka tak tahu apa penyebabnya. Temuan lain, Reggy mendapati bahwa perubahan iklim tak sedikit pun disinggung dalam materi pelajaran di sekolah.
“Saya juga menemui kepala sanitasi dan pertamanan di Malang yang katanya juga ingin mewujudkan Malang yang hijau dengan menanam lebih banyak pohon. Sayangnya, menanam pohon yang baru, tapi menebang pohon yang lama,” kata Reggy.
Bersama rekan-rekannya di Anomali, ia menggagas berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan anak-anak muda Malang. Kegiatan klise seperti menanam pohon, menurutnya, tidak akan signifikan untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan. Awareness, dalam kacamata Reggy, menjadi hal yang paling penting. Selain diajak menanam, masyarakat juga harus ditumbuhkan kesadaran untuk merawatnya.
Beberapa kegiatan yang digagas Reggy adalah Environmental Debate (2004), Bird Watching (2008), dan Tree Caring (2009). Pada 2010, sejumlah aktivitas telah siap dijalankan, seperti Green Audit, Waterway Monitoring (memonitor saluran air), dan Street Children Recycling Project.
“Semua program saya sesuaikan dengan keadaan Kota Malang. Eco city adalah sesuatu yang sangat besar. Namun, bisa dimulai dengan langkah permulaan yang kecil,” ujar Reggy.
Salut untuk arek Malang satu ini

23 November 2009 Posted by | Kota, Malang Kota, News | , , , | Tinggalkan komentar

TOPENG MALANGAN: Aset Budaya Arek Malang

Mbah Karimun dan topeng Panji

MALANG-RAYA. Aset budaya tradisional Malang Raya berupa topeng malangan terancam musnah tergerus zaman. Pasalnya, topeng yang juga menjadi ikon Malang Raya itu kini tak lagi dikenal warga.

“Ironisnya, ini terjadi justru saat banyak pecinta seni dari berbagai negara berusaha mendalami sekaligus melestarikannya,” kata pengamat seni topeng malangan, Dwi Cahyono, kemarin. Sekarang ini, kata Dwi, pemahat topeng malangan sudah berkurang banyak. Sedangkan muda hanya segelintir yang tertarik melestarikannya. Bila hal terus ini berlanjut, Dwi khawatir topeng tersebut nanti justru menjadi milik negara lain.

Untuk melestarikan kekayaan budaya tersebut, Dwi terus berupa mengoleksinya, terutama topeng yang bisa ‘bercerita’ tentang sejarah seperti legenda Panji Asmorobangun karya maestro topeng malangan, Mbah Karimun. Ia saat ini memiliki 62 topeng malangan yang dipajang tepat di pintu masuk resto tradisional miliknya dan topeng malangan itu mengisahkan cerita Panji Asmorobangun dengan tokoh Dewi Sekartaji, Dewi Kilisuci, Bapang dan Panji Asmorobangun sendiri.

Menurut dia, masyarakat Malang sendiri tidak banyak yang tahu atau paham dengan cerita Panji Asmorobangun, padahal cerita ini sudah dikenal hingga Jerman bahkan ada pengamat dari Vietnam, Linda Keifin, yang sangat paham cerita panji secara detail.

Tari Topeng Malangan

Untuk melestarikan topeng malangan agar tidak sampai punah, katanya, dirinya bersama pecinta seni lainnya bakal menggelar workshop dua minggu sekali tentang bagaimana cara membuat topeng malangan. “Semua pengunjung termasuk wisatawan asing bebas melihat dan belajar bagaimana cara membuat topeng malangan yang dipandu oleh para pemahat khusus secara bergantian,” katanya.

Sementara salah seorang perajin tradisional topeng malangan yang berlokasi di Desa Kedungmonggo Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Jumadi, mengaku, para perajin topeng malangan tersebut masih minim perhatian terutama dari pemerintah setempat baik dalam bentuk permodalan maupun promosi.

Untuk mengembangkan dan tetap melestarikan salah satu ‘aset’ daerah yang masih dikerjakan secara tradisional tersebut, katanya, banyak mengalami kendala apalagi jika tidak ada campur tangan dari pemerintah. “Semakin hari kondisi pengrajin topeng malangan ini semakin terpuruk, berbeda dengan beberapa tahun silam yang masih ada perhatian dari PT Rajawali bahkan sampai dibangunkan padepokan,” katanya.

Menurut dia, prosentase penjualan topeng malangan saat ini juga jauh menurun dibanding beberapa tahun silam, sebab untuk mengadakan even-even juga tidak semudah sebelumnya. Saat ini, katanya, pihak hotel atau tempat-tempat pameran lainnya, manajemennya sudah berubah, kalau dulu memakai sistem bagi hasil, tetapi sekarang menggunakan sistem sewa, padahal topeng-topeng yang dipamerkan belum tentu terjual.

Ia juga mengakui, para pengrajin topeng malangan saat ini juga sudah berubah haluan, kalau sebelumnya masih merupakan “pekerjaan” sampingan, tetapi sekarang menjadi mata pencaharian dan celakanya omzet penjualan tidak seramai beberapa tahun silam bahkan beberapa hotel yang rajin memesan souvenir juga berkurang jauh.

“Yang kami butuhkan saat ini pemerintah bisa membantu dalam penyelenggaraan even pameran yang dipadu dengan ‘demo’ proses pembuatan topeng, sehingga masyarakat mengenal budaya khasnya,” tegasnya. Sebab, kata Jumadi, dari tahun ke tahun budaya khas ini semakin ditinggalkan dan kalau ada pihak asing yang melestarikan dan mengklaim hak patennya, pemerintah baru ‘kelabakan’.

Proses pembuatan topeng malangan antara 5 hari sampai 3 minggu, tergantung karakter topeng yang akan dibuat. Topeng-topeng khas tersebut seharga Rp100 ribu sampai Rp1 juta, khusus soevenir gantungan kunci dan topeng berukuran mini seharga Rp5000 sampai Rp30 ribu perbuah.

22 November 2009 Posted by | Info, Malang Raya, Seni dan Budaya | , , , , , , | 8 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.