Use Energi Wisely
SBY Keluarkan Inpres Hemat Energi
INILAH.COM, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengeluarkan instruksi presiden tentang penghematan energi. Hal itu dilakukan menyusul terjadinya pemadaman listrik di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Jakarta.
“Presiden memberikan instruksi kepada segenap jajaran instansi pemerintah departemen dan non departemen kantor-kantor pemerintahan untuk melakukan penghematan penggunaan listrik dan ini pernah kita lakukan beberapa tahun yang lalu dan hasilnya sangat signifikan,” kata Mensesneg Sudi Silalahi di kantor Presiden, Selasa (17/11).
Inpres ini, lanjut Sudi, harus dijalankan kantor-kantor pemerintahan. “Saya kira ini sangat berarti terutama dalam situasi kita dalam kesulitan seperti yang kita hadapi sekarang,” ujarnya. [cms]
Hemat = Pakai Seperlunya
Bicara fakta, permintaan listrik di Indonesia terus meningkat, 10% – 15% per tahun. 
Entah untuk kegiatan rumah tangga, perkantoran, dan industri.
Tapi, kok bisa 43% rumah tangga di Indonesia belum tersentuh listrik?
Nyaris separuh wilayah Indonesia!
Karena fasilitas listrik ini lebih banyak tersedot ke kota-kota besar.
Makin besar pendapatan ekonomi maka makin besar pula kebutuhan terhadap listrik.
Kalau sektor tenaga listrik tidak dikelola dengan baik, ancaman krisis listrik bisa terjadi dalam waktu dekat.
Apa pasokan listrik kita tidak mencukupi?
Ya, karena minimnya dana pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas memadai. Sebagai gambaran saja, pada bulan Oktober 2005 diperhitungkan cadangan listrik di Jawa – Bali hanya tinggal 120 MW (megawatt), sementara idealnya cadangan minimum yang harus tersedia 600MW. Jauh sekali bedanya! Akhirnya PLN harus menjalankan pemadaman listrik bergilir. Kita juga yang rugi, kan?
Ancaman krisis listrik ini harus diatasi
- Pemerintah perlu meningkatkan efisiensi kerja pembangkit listrik, mulai dari menghilangkan kebocoran pada proses penyaluran aliran listrik dari pembangkit sampai ke rumah-rumah. Intinya, pengelolaan listrik yang baik.
- Konsumen, seperti kita, harus ikut mendorong penyusunan kebijakan listrik yang efisien dan (yang paling penting) hemat listrik! Kapan lagi kalau bukan sekarang?
Pakai listrik seperlunya.
Kenapa harus menunggu krisis untuk menjadi pengguna yang bijak?
Belum ada komentar.

